RADAR JOGJA – Selama libur Lebaran kemarin tidak kurang 100 ribu wisatawan mengunjungi berbagai destinasi wisata di DIJ. Di beberapa lokasi bahkan terjadi kerumunan wisatawan sehingga harus dibubarkan oleh aparat terkait.

Banyaknya wisatawan itu menimbulkan rasa khawatir terhadap peningkatan kasus positif Covid-19. Hal itu membuat Pemprov DIJ akan melakukan tracing secara khusus. Tracing ditujukan kepada pelaku pariwisata yang kedatangan banyak pengunjung pada libur Lebaran 2021.

“Nanti kami akan lakukan tracing, terutama mereka yang terima tamu di destinasi wisata. Juga wilayah yang kedatangan pemudik. Itu akan kami fokuskan di wilayah tersebut,” ujar Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIJ Kadarmanta Baskara Aji Selasa (18/5).

Pelaksanaan tracing akan dilaksanakan empat sampai lima hari setelah puncak keramaian di destinasi wisata. Diketahui puncak keramaian terjadi kebanyakan pada Minggu (16/5) lalu. “Mungkin tanggal 20 atau 21 bisa dilakukan tracing itu,” lanjutnya.

Aji mengklaim pihaknya juga sudah siap jika memang nanti memang benar-benar ada peningkatan kasus positif virus korona. Menurutnya, ketersediaan bed di rumah sakit saat ini masih sangat memadai. “Tempat di rumah sakit masih cukup, masih ada 60 persen,” jelasnya.

Sementara itu, menurut data yang dikeluarkan Gugus Tugas Covid-19 DIJ, dalam beberapa hari masih belum terjadi peningkatan kasus korona. Termasuk data yang dikeluarkan Selasa (18/5) petang.

Juru Bicara Pemprov DIJ untuk penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih menyebutkan, kemarin ada penambahan 155 kasus positif. Sementara pada hari Senin (17/5) penambahan kasus ada di angka 136. “Saat ini total positif ada di angka 42.297 kasus,” jelasnya.

Untuk kasus sembuh juga terus bertambah. Angka terbaru menunjukkan 38.908 orang sudah sembuh dari virus ini di DIJ. Sementara angka kematian akibat Covid-19 di DIJ sudah menyentuh angka lebih dari seribu. Tepatnya di angka 1.079 kasus kematian. (kur/laz)

Jogja Raya