RADAR JOGJA- Dua terdakwa tukang parkir di kota Jogja yang menarik tarif parkir Rp 5.000 untuk motor dan mobil Rp 20.000 , Rp 25.000.

Dinyatakan terbukti bersalah memungut jasa parkir di atas ketentuan (nuthuk), dua juru parkir (jukir) AS dan SS dipidana membayar denda Rp 500.000 atau kurungan 3 hari dalam sidang Tipiring, di Pengadilan Negeri kota Jogja, Rabu (19/5).

Hakim Tunggal, Wiyanto, dalam putusannya menegaskan, perbuatan kedua jukir tersebut terbukti melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Jogja Nomor 2 tahun 2019 tentang Perparkiran.

Menurut Wiyanto tarif parkir yang ditetapkan oleh kedua terdakwa terlalu tinggi. Tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Dirinya juga berpesan kepada kedua terdakwa agar menarik tarif parkir yang wajar-wajar saja dan mencari rejeki  barokah.

Wiyanto mengingatkan kepada kedua terdakwa untuk tidak  mengulangi lagi perbuatan ini. Karena bisa terancam pidana kasus pemerasan. Jika terdakwa Sabar Susilo mengulangi perbuatan yang sama, maka hakim Wiyanto tidak segan menjatuhkan pidana kurungan selama 7 hari.

Dari keterangan kedua terdakwa yang berbeda nama tempat parkir ini untuk terdakwa Anton Soeharwendy mengelola tempat parkir Sri Rejeki sementara terdakwa Sabar Suliso sebagai juru parkir Mitra mengaku tidak tahu-menahu soal izin perparkiran.

Kalau ada yang bayar dibawah tarif karcis yang ditulis, kedua terdakwa mengaku tetap menerima uang dari pemilik motor ataupun mobil.

Vonis yang dijatuhkan Hakim  Tunggal Wiyanto ini sama dengan tuntutan dari Tim Saber Pungli Polresta Jogjakarta.

Tim Saber Pungli Polresta  Jogjakarta berharap dengan putusan pidana denda Rp 500 ribu ini akan memberikan efek jera bagi pelaku karena Kota  Jogjakarta merupakan kota wisata.

Baharuddin Kamba Anggota Forpi Kota Jogja yang memantau persidangan ini berharap ada efek jera bagi pelaku jukir yang nuthuk. Meskipun vonis ini tidak memberikan efek jera bagi pelaku karena vonis terlibang ringan.

Vonis ringan ini dapat membuat jukir kembali berulah. “Forpi Kota Jogja berharap adanya pemaksimalan hukuman denda bagi jukir yang kembali melakukan perbuatan yang sama yakni nuthuk parkir.

Selain itu pihak Dinas Perhubungan bersama Satpol PP Kota Jogja rutin menggelar operasi terhadap jukir nakal. Tanpa tebang pilih.  Jangan menunggu viral dimedia sosial, baru ada tindakan,” katanya. (sky)

Jogja Raya