RADAR JOGJA – Pertumbuhan ekonomi kuartal pertama di Jogjakarta mengungguli angka nasional. Tercatat untuk kuartal pertama, perekonomian di Jogjakarta tumbuh hingga 6,14 persen. Sementara untuk angka nasional mencapai minus 2,93 persen.

Data ini disampaikan saat rapat daring bersama Presiden Joko Widodo. Jogjakarta merupakan salah satu dari 10 provinsi yang pertumbuhan ekonominya positif. Catatan ini merupakan kondisi khusus selama pandemi Covid-19.

“Kalau perekonomian nasional itu masih minus 2,93 persen. Ini merupakan angka rata-rata dari 34 provinsi. Tapi ada 10 daerah yang positif, salah satunya Jogjakarta sebanuak 6,14 persen,” jelas Gubernur DIJ Hamengku Buwono X (HB X) ditemui di Kompleks Kantor Kepatihan Pemprov DIJ, Senin (17/5).

Angka pertumbuhan ini juga lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Hanya saja presentase pertumbuhan tidak terlalu besar. Peningkatan hanya mencapai 0,19 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Walau begitu, HB X tetap optimis perekonomian di Jogjakarta terus membaik. Dia menargetkan pertumbuhan untuk kuartal kedua mencapai 7 persen. Angka ini juga sesuai dengan target secara nasional.

“Semoga kondisi ini semakin baik, nasional presiden berharap tumbuh kita dituntut 7 persen kuartal kedua ini,” katanya.

Pemerintah pusat sendiri optimis pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua tembus 7,8 persen. Dengan kisaran 6,9 persen sampai 7,8 persen. Pertumbuhan tinggi di kuartal kedua bisa terwujud karena adanya faktor base effect dari kuartal II tahun 2020. (dwi/sky)

Jogja Raya