RADAR JOGJA – Kepala Dinas Pariwisata DIJ Singgih Rahardjo tak menampik adanya wisatawan luar daerah yang berkunjung ke Jogjakarta. Kejadian ini terjadi selama larangan mudik lebaran. Tepatnya dari 6 Mei hingga 16 Mei di sejumlah objek wisata.

Temuan ini berdasarkan pantauan di aplikasi Visiting Jogja. Tercatat setidaknya 7 persen wisatawan berasal dari Jogjakarta. Jumlah ini belum dengan hasil pantauan di lapangan.

“Data di Visiting Jogja itu dari 12 Mei sampai 16 Mei. Kalau secara presentase tergolong kecil. Dari total wisatawan yang reservasi hanya 7 persen dari luar Jogjakarta,” jelasnya, Senin (17/5).

Walau begitu, Singgih memastikan para wisatawan ini sehat. Terbukti dari lolosnya reservasi di aplikasi Visiting Jogja. Selain itu juga adanya syarat perjalanan luar daerah. Berupa penyekatan di wilayah perbatasan Jogjakarta dengan Jawa Tengah.

Singgih tak menampik adanya pelaku perjalanan jauh yang lolos. Padahal dalam rentang waktu tersebut dilarang untuk mobilisasi. Walau begitu kunjungan tak sampai menginap atau lebih dari 1×24 jam.

“Tidak pungkiri ada yang kemudian lolos. Meski pemerintah sudah melakukan pelarangan mudik. Tapi tentu yang lolos ini kan menunjukkan hasil swab antigen sebagai syarat perjalanan,” katanya.

Upaya antisipasi juga dilakukan oleh Satgas Covid-19 destinasi wisata. Berupa pengecekan kesehatan secara acak. Seperti yang dilakukan di kawasan Pantai Parangtritis. Singgih mengklaim belum ditemukan positif terhadap swab antigen.

Terkait pelanggaran protokol kesehatan mencapai 1,4 persen. Merupakan total temuan dari 37 destinasi wisata. Angka ini tergolong kecil untuk total puluhan ribu kunjungan wisata. “Ini menunjukkan wisatawan sudah mulai beradaptasi, menjadi budaya prokes itu. Termasuk di tempat wisata,” ujarnya.(dwi/sky)

Jogja Raya