RADAR JOGJA – Hobi berlari atau running memang sudah banyak dikenal orang. Terlebih salah satu jenis olahraga tersebut sangat mudah dilakukan dan tidak perlu bantuan alat banyak. Namun bagaimana dengan trail running?

Salah satu jenis olahraga ini lebih menantang daripada lari pada umumnya. Sebab, trail running adalah lari lintas alam yang menggunakan trek didalam hutan sebagai lintasan larinya.

Salah satu penghobi trail running di Jogjakarta, Destia Rahmawati,20 mengatakan, hobi trail running saat ini memang tengah digandrungi banyak orang. Terlebih bagi mereka yang ingin mencari tantangan dalam hobi berlarinya.

Destia menyampaikan hobi trail running memang sudah lama dikenal di Indonesia. Namun, hanya segelintir orang saja yang fokus untuk menekuninya. Hal itu, dikarenakan risiko cidera dari trail running memang lebih tinggi dari olahraga lari pada umumnya. Bahkan, tidak menutup kemungkinan trail running masuk dalam kategori olahraga ekstrim.

Wanita kelahiran Sumatera yang lama tinggal di Bantul ini menjelaskan, trail running merupakan salah satu jenis aliran olahraga lari yang menggunakan jalanan terjal sebagai lintasan larinya. Biasanya, dilakukan di gunung atau hutan yang jalannya masih terbuat dari tanah dan bebatuan.

“Sebenarnya memang sama dengan lari biasa, tetapi trail running itu lebih menantang. Karena larinya biasanya di trek pendakian gunung atau hutan. Terkadang kita juga harus melewati sungai dan trek berlumpur,” ungkap Destia kepada Radar Jogja.

Ia melanjutkan, meski bisa dibilang lebih sulit daripada aliran lari joging atau maraton. Namun sensasi di trail running justru jauh lebih mengasyikkan dan menantang.

Sebab, pelari akan dihadapkan dengan trek yang beragam. Mulai dari jalanan berbatu, tanjakan hingga turunan curam. Bahkan tidak jarang pelari harus rela tersesat apabila tidak mengetahui medan.

“Tetapi justru itu sisi yang menarik, karena kita benar-benar bisa menikmati pemandangan alam yang indah sambil berolahraga. Karena selain sehat, ketenangan diri juga bisa kita dapatkan dengan hobi ini,” terang Destia yang sudah menggeluti hobi trail running selama tiga tahun tersebut.

Dikarenakan trek yang dilalui dalam trail running merupakan lintasan terjal, Destia tak menampik risiko dari hobi tersebut lebih tinggi, sehingga diharapkan untuk pemula harus menyiapkan diri terlebih dahulu.

Misalnya dengan melakukan persiapan untuk mulai berlari di trek yang landai namun dengan intensitas yang cukup tinggi. Kemudian untuk perlengkapan trail running, Destia menyatakan tidak jauh berbeda dengan lari pada umumnya. Perlengkapan wajib yang dibawa diantaranya sepatu lari, baju dan celana olahraga, serta air minum yang cukup.

“Saya sarankan juga membawa pendamping apabila memang baru memulai. Karena resiko cidera dalam trail running jelas lebih tinggi,” katanya. (inu/bah)

Jogja Raya