RADAR JOGJA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIJ tak sepenuhnya melarang mudik di kawasan aglomerasi. Silaturahmi tetap bisa berlangsung antar warga kabupaten dan kota. Tentunya dengan syarat wajib mengantongi surat kesehatan bebas Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Gubernur DIJ Nomor: 27/SE/V/2021. Tepatnya pada poin kedua yang berbicara tentang ketentuan mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah di wilayah aglomerasi Jogjakarta raya. Fokusnya pada upaya pengendalian penyebaran Covid-19.

“Dalam melaksanakan silaturahmi hari raya Idul Fitri setiap warga harus melakukan terlebih dahulu rapid test PCR atau antige atau GeNose dan dalam pelaksanaan silaturahmi tetap menjaga protokol kesehatan (melaksanakan 5M),” jelas Sekprov Pemprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji tentang poin kedua, Senin (10/5).

Silaturahmi, lanjutnya, diperkenankan selama masyarakat tidak menginap. Baik di kediaman saudara atau kerabat yang berbeda kabupaten dan kota. Kebijakan ini tertuang SE Gubenur DIJ poin ketiga. Dengan terbitnya SE Gubenur DIJ ini, Aji berharap masyarakat bisa menerapkan secara disiplin. Terlebih tujuan utama adalah menekan sebaran Covid-19. Sehingga mudik di tengah pandemi menjadi catatan khusus.

“Awalnya ada info aglomerasi dicabut, sehingga mudik sepenuhnya tidak boleh. Tapi dengan adanya SE ini ada pengecualian dengan catatan prokesnya ketat,” katanya.

Dalam kesempatan ini Aji juga meminta pengawasan oleh Satgas Covid-19 di Kalurahan diperketat. Terutama kepada warga yang ingin melaksanakan kegiatan silaturahmi. Agar tetap patuh terhadap regulasi yang berlaku.

Terbitnya SE Gubenur DIJ ini sendiri merupakan tindak lanjut SE Kepala Satgas Covid-19 Nomor 13 tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri dan Upaya Pengendalian Covid-19 selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah. Sebagaimana telah diubah dengan Addendum SE Nomor 13 Tahun 2021 tanggal 21 April 2021.

“Surat Edaran ini mulai berlaku pada tanggal 8 Mei 2021 sampai dengan tanggal 24 Mei 2021 dan akan ditinjau lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan situasi terakhir di lapangan,” ujarnya. (dwi/ila)

Jogja Raya