RADAR JOGJA – Kepala Dinas Pariwisata DIJ Singgih Raharjo memastikan seluruh destinasi wisata di Jogjakarta tetap buka selama libur lebaran 2021. Tentunya dengan catatan tidak berada di zona orange dan merah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Selain itu juga dengan penerapan protokol kesehatan secara tegas.

Acuan yang digunakan sebagai zonasi di tingkat RT. Berdasarkan data ada 27.670 RT di Jogjakarta. Dari total tersebut sebanyak 24 RT masuk dalam zona orange. Sementara untuk zona merah terdapat 5 RT.

“Seluruh destinasi pariwisata di Jogjakarta tetap buka kecuali yang masuk di dalam zona oranye dan merah. Kriteria zonasi yang digunakan adalah versi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro dengan penggolongan per RT,” jelasnya ditemui di Kompleks Kantor Kepatihan Pemprov DIJ, Senin (10/5).

Singgih menegaskan destinasi wisata di zona orang dan merah wajib tidak beroperasional. Hanya saja hingga saat ini belum ada destinasi wisata yang masuk dalam kategori tersebut. Seluruhnya berada di zona hijau dan zona kuning Covid-19.

Kebijakan ini sendiri mengacu pada Instruksi Gubernur DIJ Nomor 12/INSTR/2021. Berbicara tentang perpanjangan masa PPKM mikro per 4 Mei 2021. Salah satu detilnya mengatur tentang kunjungan wisata di masa pandemi Covid-19.

“Kalau data dari Visiting Jogja ada 127 objek wisata. Berdasarkan kriteria zonasi penyebaran Covid-19 semuanya diizinkan beroperasi. Tidak ada satu pun destinasi wisata yang masuk zona oranye dan merah,” katanya.

Walau begitu tetap ada aturan khusus. Berupa penerapan prokes Covid-19 secara ketat. Termasuk pembatasan jumlah pengunjung maksimal 50 persen.
Selain itu, destinasi wisata juga dilarang menyelenggarakan even wisata.

Kebijakan ini sebagai antisipasi munculnya kerumunan di destinasi wisata.
“Lalu jam operasional dibatasi hingga pukul 21.00. Terkecuali untuk bidang akomodasi. Lalu juga reservasi secara online melalui aplikasi Visiting Jogja dan mengedepankan pembayaran non tunai,” ujarnya.

Wujud antisipasi lainnya adalah dengan pembentukan tim monitoring. Perannya memastikan penerapan prokes Covid-19 berjalan efektif. Baik oleh pengelola destinasi wisata maupun wistawan.

“Kami juga menerjunkan tim monitoring baik dari Dispar Provinsi atau kabupaten dan kota. Perannya untuk memantau jalannya penerapan kebijakan yang ada,” katanya. (dwi/sky)

Jogja Raya