RADAR JOGJA – Selama sepekan ke depan,aparat gabungan akan mengintensifkan penjagaan di perbatasan DIJ dan Jawa Tengah. Untuk menghalau kedatangan pemudik. Belajar dari pengalaman tahun lalu, proses pengecekan akan lebih diperketat. Termasuk pada ambulans. Kenapa?

HERY KURNIAWAN, JOGJA, Radar Jogja

Sebanyak 1.359 personel kepolisian akan dikerahkan untuk melaksanakan Operasi Ketupat Progo 2021. Mereka akan bergabung dengan petugas lainnya dari Dinas Perhubungan hingga Satpol PP DIJ maupun kabupaten dan kota. Operasi itu dilakukan mulai hari ini (6/5) hingga 12 Mei mendatang.

Operasi itu meliputi 10 titik di DIJ. Semua kendaraan yang melintas akan diperiksa untuk memastikan tidak ada pemudik, termasuk travel gelap dan ambulans yang disalahgunakan. Pengawasan terhadap ambulans karena tidak menutup kemungkinan dijadikan kamuflase pemudik. “Bukan lantas kecurigaan tidak, kami mengantisipasi semua hal, tidak menutup kemungkinan,” ujar Ditlantas Polda DIJ Kombes Pol Iwan Saktiadi, Rabu (5/6).

Alasannya, karena ambulans banyak digunakan untuk mengangkut pasien Covid-19. Dengan tingginya mobilitas ambulans ini, tidak menutup kemungkinan ada oknum yang memanfaatkan situasi dengan menggunakan ambulans bukan untuk mengangkut orang sakit tapi malah untuk mudik. Polri, kata dia, mempunyai kriteria tertentu. “Contoh yang mencurigakan misal dini hari, kemudian pelat luar kota, ini misalnya. Kriteria-kriteria seperti itu yang nanti menjadi pertimbangan petugas,” ungkapnya.

Pengecekan pada ambulans tidak membutuhkan waktu yang banyak sehingga tidak terlalu berpengaruh pada situasi darurat. Jika terbukti adanya penyalahgunaan ambulans, maka tindakan yang diambil sama seperti travel gelap, yakni kendaraannya ditahan. “Tidak terkecuali!” tegasnya.

Sedangkan untuk pekerja dari luar daerah atau penglaju, di pos pemeriksaan akan dipastikan persyaratan perjalanannya, yakni surat tugas dari tempatnya bekerja dan surat bebas covid-19 baik dari GeNose maupun antigen. Sebelum pelaksanaan Operasi Ketupat Progo 2021, Polda DIJ bersama seluruh jajaran Polres di bawahnya juga telah melakukan pengetatan dengan random cek. Dalam pengetatan yang digelar kemarin (4/5) sebanyak 240 kendaraan diperiksa, 32 di antaranya diminta putar balik. Lantaran tidak memenuhi persyaratan perjalanan. (pra)

Jogja Raya