RADAR JOGJA – Tersangka kasus sate sianida Nani Aprilla Nurjaman alias Tika ditangkap polisi pada Jumat (30/4). Dan, ternyata tepat saat perempuan asli Majalengka, Jawa Barat, yang kesehariannya sebagai pegawai salon itu ulang tahun yang ke-25.

SITI FATIMAH, Bantul, Radar Jogja

Nani bahkan sempat membagikan momen bahagianya saat diberi kue oleh seseorang melalui status WhatsApp, sebelum akhirnya dia dibekuk polisi di rumahnya, Cepokojajar RT 03, Srimulyo, Piyungan, Bantul.

“Pas itu (Jumat siang, Red) kan ada di status WhatsApp, dia mengunggah foto kue. Tapi nggak tahu diucapi siapa, Mas Tomy apa siapa,” ungkap Eni Wulandari, tetangga sebelah rumah Nani, saat ditemui wartawan Selasa (4/5).

Eni yang saat itu sedang menyiram tanaman koleksi Nani mengungkapkan, dalam unggahannya perempuan yang mengaku kepada Eni bekerja di toko kosmetik itu membubuhkan ucapan terima kasih. Namun Eni tidak dapat memastikan, kalimat yang ditulis oleh Nani secara utuh. Lantaran ucapan ditulis menggunakan Bahasa Inggris. “Terimakasih you for me, apa gitu,” ujarnya.

Eni mengaku melihat unggahan Nani sekitar siang sampai sore hari. Kendati begitu, Eni sendiri tidak mengucapkan selamat. “Sebelumnya Mbak Nana (sapaan akrab Eni ke Nani, Red) juga ngucapin ibunya ulang tahun, Mbak Nana pulang ke Majalengka. Terus ke sini (saat sudah di Jogja, Red) lihat postingannya Mbak Nana ulang tahun itu. Aku juga nggak sempat ngucapin,” bebernya.

Malam harinya, sekitar pukul 22.30, Nani dibekuk oleh polisi, sesaat setelah Nani sampai di rumah. “Saya tahu kalau Mbak Nana pulang tutup pintu mobil, wong kamar saya dekat. Malam Sabtu polisi ke sini setelah dia mengunggah status itu. Habis ia dibawa polisi kok HP-nya langsung nggak aktif,” sebutnya.

Eni mengaku kaget dan menangis saat tahu Nani dibekuk polisi dan menjadi tersangka dalam kasus sate sianida. Sebab, menurut perempuan 50 tahun ini, Nani merupakan sosok yang baik. Bahkan Eni pernah diberi lemari oleh Nani.
“Suami saya yang tahu dan melihat langsung penangkapan. Tapi cuma diam saja. Suami saya tahu ada mobil depan rumah, kayak intel apa debt collector (DC) gitu,” ujarnya terbata.

Sementara untuk sosok Aiptu Tomy, Eni mengaku pernah bertemu. Eni pun menyebut Tomy yang membelikan rumah Nani dengan harga senilai Rp 360 juta. “Saya tahunya Mas Tomy itu suaminya (Nani, Red). Soalnya juga waktu pindahan ke sini, Mas Tomy ikut pengajian,” ucapnya. (laz)

Jogja Raya