RADAR JOGJA – Selain Nani Aprilliani (NA) alias Tika, 25, polisi menyatakan tidak menutup kemungkinan ada tambahan tersangka dalam kasus sate beracun sianida yang menewaskan Naba Faiz Prasetya, 10, anak pengemudi ojek online di Bantul. Polisi masih memburu pria berinisial R yang disebut-sebut menyuruh Nani memberi pelajaran kepada Aiptu Tomy yang menjadi target awal.

Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi membenarkan tidak menutup kemungkinan ada penambahan pelaku dalam kasus paket takjil sate sianida ini. Lantaran Nani diduga memiliki hubungan dengan laki-laki, selain Aiptu Tomi. Pria itu berinisial R yang juga disebut Nani sempat menaruh hati kepada Nani, tapi Nani lebih suka kepada Tomy.

“Dari pengakuan tersangka dia ini karyawan swasta di sebuah salon. Kebetulan memiliki pelanggan yang berinisial T,” sebut AKP Ngadi Selasa (4/5). T merupakan Aiptu Tomy, yang merupakan pelanggan yang disenangi Nani sejak lama. Namun hubungan keduanya tidak pernah berakhir baik, sehingga Aiptu Tomy memilih menikah dengan wanita lain. Aiptu Tomy sendiri adalah anggota Polresta Jogja di bagian Reskrim dan sebagai penyidik. Menurut sumber, Tomy bernama lengkap Aiptu Y Tomi Astanto.

Ditambahkan AKP Ngadi, Nani memiliki pelanggan lain bernama R. Di mana pelanggan ini menyukai dan kerap menjadi tempat curhat Nani. “Selanjutnya rekan R ini menyarankan kepada NA untuk memberi pelajaran kepada Aiptu Tomy. Dia menyarankan Nani memberi sate kepada Aiptu Tomy yang sudah dicampur kalium sianida (KCN), yang efeknya menurut R hanya mulas dan diare,” jelasnya.

Maka, AKP Ngadi menyebut adanya kemungkinan tersangka yang tidak hanya satu. Merujuk pada R yang sampai saat ini kontaknya tidak bisa dihubungi. “Penyelidikan masih kami lakukan, namun nomor telepon dia (R ini, Red) mati,” katanya.

Namun, Eni Wulandari, tetangga sekaligus perawat rumah Nani menegaskan, Nani hanya berhubungan dengan Aiptu Tomy. Selain itu, Aiptu Tomy pun kerap menginap di rumah Nani. “Kalau saya sendiri kurang tahu (Aiptu Tomy datang berapa kali seminggu, Red), wong saya juga ke pasar to,” ujarnya.

Terpisah, Chandra Siagian, kuasa hukum Bandiman (ayah Naba Faiz) mendesak kepolisian untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain. “Ini berdasarkan informasi dari Polres Bantul. Pihak keluarga mendorong jika memang ada pelaku tambahan,” ujarnya.

Terkait tidak tercantum nama Aiptu Tomy beserta istrinya dalam daftar nama saksi kasus sate sianida, Chandra menyebut sudah mendapat informasi. Di mana polisi terus akan melakukan pemeriksaan tambahan. “Inisial T itu menurut kepolisian belum perlu diperiksa,” sebutnya.

Kendati begitu, kepada pihaknya kepolisian menyatakan Aiptu Tomy akan diperiksa bila dibutuhkan. Chandra berharap Polres Bantul dapat segera mengusut pelaku lain dan penyelidikan segera dilakukan. “Kalau belum tertangkap, istri Pak Bandiman merasa waswas,” ujarnya.

Terpisah, polisi masih melakukan pendalaman kasus sate sianida. Belakangan muncul inisial R yang disebut-sebut sekongkol dengan tersangka Nani Apriliani (NA).

Kabid Humas Polda DIJ Kombes Pol Yuliyanto mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan tersangka NA, disebutkan bahwa teknis dan lain-lain tidak kejahatan itu ada campur tangan orang berinisial R. Kendati begitu, siapa R ini, kata Yuli, sosoknya belum jelas.

“Kami penyidik juga baru melaksanakan pendalaman yang bersangkutan. Apakah itu betul-betul sosoknya ada, atau hanya illusi dari NA saja,” tutur Yuli kepada wartawan di Mapolda DIJ, kemarin (4/5).

Namun berdasarkan keterangan NA, racun bernama Sodium Sianida (NACN) itu dibeli melalui aplikasi belanja online, Shopie. Harganya Rp 200 ribu, beratnya 250 gram. Berdasarkan bukti pemesanan, alamat pengiriman ditujukan kepada TN dan terdapat nomor telepon yang bersangkutan (NA).

Dan ini kali pertama NA menggunakan racun itu. NA mencampurkan setengah dari larutan sianida itu ke dalam bumbu sate. Sisanya oleh Nani dibuang. “Saya tidak tahu apakah TN ini sama dengan N yang jadi tersangka atau tidak,” ucap mantan kapolres Sleman ini.

Sosok R dan TN masih menimbulkan tanda tanya besar. Karena belum jelas, sehingga belum menyandang status buronan. Berikutnya sasaran pengiriman bungkusan sate yang ditujukan kepada Aiptu Tomy, anggota Satreskrim Polresta Jogja, juga masih dilakukan pendalaman. Apakah terkait hal itu sudah masuk dalam berita acara pemeriksaan (BAP) atau belum, pihaknya belum tahu.

Soal kabar Aiptu Tomy telah nikah siri dengan tersagka Nani, Yuli mengaku tidak tahu sumber informasi tersebut. “Saya tidak tahu itu informasi dari mana. Kalau yang bersangkutan (Aiptu Tomy) nikah siri, kami belum tahu,” ujarnya.

Dikatakan, penyelidikan kasus ini masih terus berjalan. Tidak menutup kemungkinan tersangka Nani dilakukan cek gangguan kejiwaan. Jika dalam pemeriksaan ditemui indikasi diberikan pertanyaan terus mengelak, jawaban berulang dan tidak konsisten, maka akan dilakukan pemeriksaan kejiwaan. “Tetapi sejauh ini belum diperlukan,” bebernya. (fat/mel/laz)

Jogja Raya