RADAR JOGJA – Keluarga Naba Faiz Prasetya, 9, mengapresiasi gerak cepat polisi dalam mengungkap kasus sate sianida. Dalam tempo tujuh hari, anggota Satreskrim Polres Bantul berhasil meringkus Nani Aprilla Nurjaman alias Tika yang diduga sebagai peracik sate beracun sianida.

Chandra Siagian, kuasa hukum Bandiman (ayah Naba Faiz) mendesak kepolisian untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain. “Ini berdasarkan informasi dari Polres Bantul. Pihak keluarga mendorong, jika memang ada pelaku tambahan,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Gedongkiwo, Mantrijeron, Kota Jogja Senin (3/5).

Terkait tidak tercantum nama Aiptu Tomy beserta istrinya dalam daftar nama saksi kasus sate sianida seperti dalam isi rilis Polres Bantul, Chandra menyebut sudah mendapat informasi. Di mana kepolisian terus akan melakukan pemeriksaan tambahan. “Inisial itu (Aiptu Tomy, Red) menurut kepolisian belum perlu (diperiksa, Red),” sebutnya.

Kendati begitu, pihak kepolisian mengatakan kepada Chandra, Aiptu Tomy akan diperiksa bila dibutuhkan. Maka Chandra berharap Polres Bantul dapat segera mengusut pelaku lain dan penyelidikan segera dilakukan. “Kalau belum tertangkap, istri Pak Bandiman merasa waswas,” ujarnya.

Sebelumnya, Bandiman mengungkap bahwa istrinya, Titik Rini, kerap menangis. Bila perempuan 44 tahun ini teringat Naba Faiz. Pria yang pernah kerja di pertambangan ini pun berharap, kasus yang menimpanya dapat menjadi pelajaran. Terutama bagi rekan-rekan seprofesinya. Untuk tidak menerima pesanan orang yang tidak dikenal tanpa aplikasi alias offline.
“Kami berharap kasus ini diusut sampai tuntas. Soalnya ini sudah merenggut nyawa anak saya. Jangan sampai ini terulang pada driver yang lain,” harapnya.

Sebelumnya diberitakan, Bandiman yang berprofesi sebagai ojol menerima order dari perempuan misterius yang kemudian diketahui bernama Nani. Namun Nani berdalih tidak memiliki aplikasi ojol untuk order secara online. Bandiman menyanggupi dengan meminta ongkos Rp 25 ribu, dan justru mendapat bayar Rp 30 ribu.

Perempuan berparas ayu dengan tinggi sekitar 160 centimeter itu meminta Bandiman mengantarkan paket takjil dengan target Tomy. Nani pun membekali Bandiman dengan alamat dan nomor kontak Tomy. Lalu mengatakan paket takjil dari Hamid dari Pakualaman. Sesampainya di rumah Tomy, paket takjil justru ditolak. Tomy yang berada di luar kota lantas menyuruh istrinya memberikan paket takjil itu kepada Bandiman. Lantaran Tomy mengaku tidak kenal Hamid dari Pakualaman dan merasa tidak pernah memesan takjil.

Sesampainya di rumah, Bandiman berbuka bersama dengan istri dan kedua anaknya. Anak keduanya, Naba Faiz, meminta bertukar takjil dengan Bandiman. Saat memakan paket takjil berisi sate ayam yang diberi bumbu, Naba Faiz merasakan pahit, pedas, dan tidak enak. Siswa kelas IV SD itu kemudian minum air dari kulkas. Tak berselang lama, dia justru terjatuh. Faiz sempat mendapat penanganan di RSUD Kota Jogja. Namun nyawanya tidak tertolong. (fat/laz)

Jogja Raya