RADAR JOGJA – Pasar Beringharjo Jogja sempat mati suri di awal pandemi Covid-19 tahun lalu. Bagaimana tidak, pasar itu sempat ditutup beberapa hari untuk mencegah penularan virus korona yang lebih luas.

Namun, belakangan pasar tradisional terbesar di DIJ ini mulai bergeliat lagi. Pedagang dan para pekerja pasar sudah mendapatkan suntikan vaksin beberapa waktu lalu. Hal itu diakui cukup membantu kembali bergeliatnya Pasar Beringharjo.

Paling tidak, para pengunjung yang datang untuk berbelanja di pasar itu merasa nyaman. Nurjanah misalnya, seorang karyawan swasta itu sengaja datang ke Beringharjo untuk berbelanja pakaian muslim. Pakaian itu ia beli untuk dikirim ke kampung halaman.

“Karena tahun ini tidak bisa mudik, saya kirim ini saja untuk orang tua,” katanya kepada Radar Jogja Minggu (2/5). Ia mengaku bisa berbelanja beberapa potong pakaian lantaran tunjangan hari raya (THR) dari kantornya sudah cair.

Ia memilih berbelanja di Pasar Beringharjo lantaran harganya terbilang cukup murah dan di beberapa gerai harganya masih bisa ditawar.
Suasana Pasar Beringharjo selama akhir pekan kemarin memang cukup ramai. Namun situasinya masih terkendali. Tidak sampai terjadi desak-desakan atau penumpukan pengunjung.

Selain itu, minat masyarakat untuk membeli busana muslim dinilai cukup baik. Hal itu diungkapkan Wati, salah seorang karyawan di sebuah gerai busana muslim di Pasar Beringharjo.

Bahkan, menurut Wati, penjualan busana muslim di tokonya sudah mendekati normal. “Alhamdulillah bisa jualan tahun ini, karena Lebaran tahun lalu kan ditutup,” ujarnya.

Lebih lanjut Wati menjelaskan beberapa jenis busana muslim yang masih jadi favorit pembeli. Misalnya mukena, dan gamis. Juga pakaian muslim laki-laki seperti sarung dan baju koko. (kur/laz)

Jogja Raya