RADAR JOGJA-Pemerintah Daerah Istimewa Jogjakarta  merilis data terbaru sebaran zona-zona situasi penularan Covid-19 yang terjadi di seluruh RT wilayah itu jelang libur lebaran ini.

Dari data sebaran zona yang diupdate pada 1 Mei 2021 itu, masyarakat dan wisatawan dari luar daerah DIJ  yang berencana berpergian ke Jogjabisa mengetahui situasi perkembangan Covid-19 yang terjadi.

“Dari total 27.681 RT atau rukun tetangga di DIJ saat ini diketahui masih ada 8 RT masuk zona merah, 21 RT zona orange, 1.375 RT zona kuning, dan 26.277 RT zona hijau,” ujar Koordinator Penegak Hukum Satgas Covid-19 DIJ  Noviar Rahmad Senin 3/5.

Zona merah artinya lebih dari 5 rumah di wilayah itu yang terkonfirmasi positif covid, zona orange artinya ada 3-5 rumah terkonfimasi positif covid, zona kuning artinya ada 1-2 rumah yang terkonfirmasi positif covid, dan zona hijau sama sekali tidak ada rumah terkonfirmasi covid.

Noviar yang juga Kepala Satuan Polisi Pamong Praja itu menjelaskan wilayah yang RT-nya masih ada zona merah tersebar di tiga kabupaten. Yakni 3 RT di Kabupaten Bantul, 2 RT di Kabupaten Gunungkidul, dan 3 RT di Kabupaten Sleman.

“Kota Jogja dan Kabupaten Kulon Progo yang sejauh ini tidak memiliki RT dengan status zona merah,” katanya.

Meski demikian, tak lantas Kota Jogja dan Kabupaten Kulon Progo sudah steril dari Covid-19.

Sebab di Kota Jogja  juga terdapat 135 RT dengan zona kuning dan di Kulon Progo ada 175 RT dengan zona kuning. Di Kabupaten Sleman zona kuningnya sebanyak 560 RT dan zona oranye 10 RT yang merupakan angka tertinggi di DIJ.

Meskipun Kabupaten Sleman memiliki wilayah zona merah zona kuning, dan zona oranye terbanyak, namun jumlah zona hijau di kabupaten Sleman juga paling tinggi yakni 7.336.

Menjelang libur lebaran ini, Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kota Jogja Heroe Poerwadi telah meminta semua kecamatan di Kota Jogja memperketat pemantauan pemudik yang akan datang saat libur lebaran.

“Seluruh kecamatan kami minta rutin mendata pemudik yang datang dan pergi,” katanya.

Setiap warga yang datang ke Kota Jogja juga diwajibkan mau terbuka melaporkan diri kepada RT dan RW.

“Pendataan pemudik yang datang dan pergi ini sebagai upaya mencegah peningkatan covid-19 di Kota Jogja,” ujarnya.

Heroe mengatakan kondisi libur lebaran dan potensi pemudik dari berbagai daerah luar DIJ harus diantisipasi. Apalagi kini ada variasn baru covid-19 yang telah masuk ke Indonesia.

“Karena ada varian baru masuk ke Indonesia, kita perlu lebih memperketat pengawasan untuk menurunkan angka penularan kasus,” jelasnya. (sky)

Jogja Raya