RADAR JOGJA- Banyak organisasi maupun lembaga sosial dan profesi yang memanfaatkan momentum Ramadan dengan acara berbuka puasa bersama untuk silaturahmi. Selain itu juga diisi dengan santapan rohani sebelum santap makanan bersama dan dilanjutkan diskusi demi memajukan organisasi.

Hal itu pula dilakukan DPD Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) yang diketuai Advokat Senior Moelyadi Selain selenggarakan buka puasa bersama, acara dlanjutkan dengan pembekalan kepada para anggota yang belum lama dilantik menjadi Advokat, di Hotel Ayaartta Malioboro, Kamis (29/4) petang.

Dalam pembekalan ini materi kode etik itu hampir 75% dibanding materi lainnya. Ketika mereka menguasai kode etik maupun etika profesi, maka para Advokat akan terhindar dari tindakan tidak beretika yang pada akhirnya dapat terjerat hukum. Sebab Kode Etik urusannya lebih pada hati nurani.

Moelyadi mengatakan, baru-baru ini baru saja melantik 21 Advokat anggotanya. Mereka sekaligus juga diambil sumpahnya oleh Ketua Pengadilan Tinggi Jogjakarta.

“Acara buka puasa bersama ini sengaja kami gunakan juga untuk pembekalan kepada anggota baru. Harapan kami mereka mampu meningkatkan pengetahuan dan kemampuan praktik beracara nanti. Intinya dapat menjadi Advokat-advokat yang bermartabat dan profesional,” ujarnya.

Pembekalan kepada anggota baru menjadi sangat penting agar kelak didalam menjalankan tugas profesinya benar-benar menjunjung tinggiKode Etik Profesi. Sebab, tak bisa dipungkiri sekarang banyak advokat-advokat pintar tapi kurang atau bahkan ada yang tidak menjunjung Kode Etik. “Padahal Kode Etik ini pondasi dasar untuk memperjuangkan keadilan,” tegasnya. (sky)

Jogja Raya