RADAR JOGJA- Pemerintah Kota Jogja dalam waktu dekat akan mengeluarkan peraturan bagi penyedia layanan Rapid Test atau Swab PCR, maupun tes GeNose, untuk menyediakan ruangan  isolasi sementara,  sebelum pasien ditindaklanjuti ke tahapan berikutnya.

“Itu wajib, sehingga penanganan bagi orang yang positif harus clear,” kata Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti di sela-sela vaksinasi tahap kedua karyawan Gembira Loka Zoo (GL Zoo) Rabu (28/4).

Haryadi Suyuti meminta instansi pemerintahan dan swasta di wilayah setempat untuk menggelar program vaksinasi dengan mengandalkan tempat masing-masing. Lokasi milik pemerintahan yang terbatas disinyalir mesti pula melibatkan lokasi lain yang dimiliki instansi guna mempercepat proses vaksinasi Covid-19.

“Sekarang stok vaksin ada 24.000 dan ada lagi yang mau datang sebanyak 38.000, jadi stoknya banyak, makanya kami harap rumah sakit bisa mempercepat program vaksinasi,” ujarnya.

Instansi seperti Gembira Loka yang ada di Kota Jogja bisa mengusulkan kepada Dinas Kesehatan setempat untuk menggelar program vaksin. Nantinya pihak instansi hanya menyediakan tempat sementara kesediaan vaksin dan juga petugas vaksinator disediakan oleh Pemkot Jogja.

“Syukur-syukur kalau petugas vaksinatornya dari instansi itu. Jadi memang perlu kerja sama,” katanya.

Lebih lanjut dia memastikan bahwa proses vaksinasi juga terbuka bagi seluruh masyarakat Indonesia asalkan terdaftar dalam kartu keluarga (KK). Warga dari luar daerah yang berdomisili di Jogja juga bisa mengikuti proses vaksin dengan menyertakan KK.

“Jadi kami terbuka dengan warga manapun tapi mesti terdaftar di KK. Kan banyak juga pelajar yang dari luar daerah tinggal di sini,”jelasnya.

Harapannya sebelum 6 Mei mendatang Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Jogja sudah mengeluarkan edaran tentang peraturan tersebut. “Kita mewacanakan sebelum tanggal 6 Mel nanti surat edaran Ketua Satgas Covid sudah dikeluarkan,” katanya.

Sejauh ini vaksin cukup untuk memenuhi kebutuahan masyarakat. Untuk itu Dinas Kesehatan Kota Jogja hendaknya tidak menumpuk vaksin.

“Saya tidak mau Dinkes numpuk vaksin. Jangan owel menyuntik vaksin warga, karena program vaksinasi di Jogja basisnya keluarga. Ini bukan sembako, jadi jangan nimbun vaksin,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani menuturkan, kesediaan vaksin di wilayah setempat sangat mencukupi untuk menggelar vaksinasi massal bagi sejumlah instansi swasta. Pihaknya berharap agar seluruh pihak mampu bekerja sama dalam mendukung program vaksinasi Covid-19.

Saat ini total telah ada sebanyak 97.304 orang yang telah divaksin dosis pertama dan 70429 orang yang telah mendapat dosis kedua serta sebanyak 167.733 orang yang telah divaksin secara keseluruhan. “Kesediaan vaksin sangat cukup di tempat kami. Itu aturannya mesti distok 30 persen agar bisa mengusulkan kembali ke pemerintah pusat,” katanya. (sky)

Jogja Raya