RADAR JOGJA- Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta menjadi satu-satunya yang meraih Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dengan predikat AA. Prestasi ini diraih dalam Laporan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LHE AKIP) Tahun 2020. Capaian ini telah diraih selama tiga tahun berturut-turut.

Tak hanya itu, untuk capaian kinerja Reformasi Birokrasi (RB) juga mendapat kategori A. Predikat ini telah dipegang selama dua tahun berturut-turut. Capaian prestasi ini merupakan wujud etos kerja yang tinggi. Didukung pula oleh semangat kearifan lokal dalam kinerja pemerintahan.

Penyerahan penghargaan berlangsung secara virtual oleh Menpan-RB Tjahjo Kumolo. Penghargaan diterima oleh Sekprov Pemprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIJ Beny Suharsono, Kepala Inspektorat DIJ Wiyos Santoso dan Plt Kepala Biro Organisasi Setprov DIJ YB Jarot Budi Harjo di Gedhong Pracimosono Kepatihan, Kamis (22/4).

” Saya tetap mengucapkan terima kasih, tetapi predikat ini sebenarnya menjadi tantangan karena mempertahankan itu lebih susah. Semoga saja kita bisa membuktikan keberlanjutan terjadinya regenerasi ASN di lingkungan Pemda DIJ  tidak menurunkan performa.

Berarti kalau itu yang bisa kita yakini kita ingin tidak punya ketergantungan pada orang lain, tetapi sistem yang dibangun itu memang tahap-tahapnya memang tidak ada yang berlobang,” tutur Gubernur DIJ Hamengku Buwono X dalam kata sambutannya, Kamis (22/4).

HB X menuturkan ,perlu upaya yang gigih dalam mempertahankan prestasi. Terlebih penghargaan ini adalah wujud keberhasilan bersama. Artinya sistem kerja dapat diwariskan secara apik. Terutama dalam regenerasi ASN di lingkungan Pemprov DIJ.

Semangat-semangat inilah yang membuat prestasi tetap diraih. Walau begitu HB X juga mengingatkan agar tak terlena. Baginya penghargaan adalah sebuah motivasi menjadi lebih baik. Membuktikan bahwa capaian prestasi memang layak dipertahankan.

“Semoga kondisi ini lebih baik dalam arti proses perubahan itu keniscayaan jadi pasti terjadi dan tidak berhenti, bahkan semakin meningkat. Sekarang bagaimana merawat peradaban manusianya. Ada kemampuan berubah karena tantangan dan jaman,” katanya.

Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini menilai sistem akan terus berubah. Tepatnya menjawab tantangan jaman agar dapat lebih kompetitif. Namun juga tak meninggalkan karakter diri dalam perkembangan jaman.

Pemprov DIJ sendiri mendapatkan hasil evaluasi yang sangat memuaskan. Tercatat nilai mencapai 90,31 atau predikat AA. Menunjukkan tingkat efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran. Lalu juga capaian kinerja, kualitas pembangunan budaya kinerja birokrasi dan penyelenggaraan pemerintah berorientasi hasil.

“Penghargaan ini harapnya dapat menjadi penyemangat kerja. Agar dapat mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja dalam penyelenggaraan pemerintahan,” ujarnya.

Sekprov Pemprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji menegaskan ada jalan panjang meraih predikat AA. Ada kinerja yang berjalan secara sistematis. Sehingga sudah menjadi budaya yang berlaku sebagai kebiasaan.

Salah satu semangat yang diusung adalah nilai-nilai keistimewaan. Tercermin dalam sikap budaya Satriya di lingkungan Pemprov DIJ. Tak sekadar menjadi slogan tapi juga perwujudan dalam kinerja seluruh ASN.

“Keberhasilan Pemprov DIJ meraih predikat AA itu harus diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat. Dengan begitu manfaat dari predikat AA ini tidak hanya dapat dirasakan oleh lingkup pemerintah namun juga masyarakat luas. Nilai itu akan sebanding atau signifikansi positif dengan hasil layanan atau kepuasan masyarakat akan pelayanan OPD maupun Pemda pada umumya,” pesannya.

Aji meyakini capaian kinerja dapat menjadi lebih baik. Perbandingan nilai, pada tahun sebelumnya meraih 90,18. Lalu untuk tahun ini meningkat jadi 90,31. Capaian ini tentu berkat etos kerja seluruh unsur Pemprov DIJ.

“Aplikasi budaya Satriya dapat menjadi tonggak. Terwujud juga dalam sangat golong gilig yang memiliki arti semangat persatuan kesatuan antara manusia dengan Tuhannya dan sesama manusia. Sifat atau watak inilah yang harus menjiwai seorang aparatur negara,” katanya.

Kepala Bappeda DIJ Beny Suharsono memastikan capaian prestasi tak hanya sekadar tataran teknis. Lebih jauh adalah upaya konkrit capaian kerja. Selaras pula dengan semangat Satriya yaitu sikap dan sifat profesional.

Dia juga akan mendorong agar prestasi tidak berjalan ditempat. Agar tak stagnan perlu dorongan-dorongan yang positif. Terutama untuk menghidupkan suasana kerja yang harmonis. Tak hanya di lingkungan internal tapi juga pelayanan publik kepada masyarakat.

“Implementasi nilai AA menjadi nilai yang sesungguhnya di dalam jiwa aparatur. Upaya ini harus terus dikembangkan, jadi dari tahun ke tahun tidak boleh stagnan.  Harus cepat, mudah lagi, maju lagi. Kita harus mencapai inovasi dan terobosan supaya internalisasi ASN bisa dilakukan ,” ujarnya. (*/dwi/sky)

Jogja Raya