RADAR JOGJA- Alquran merupakan mukjizat yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat jibril, hingga kini kitab suci umat islam ini bahkan telah diterjemahkan kedalam berbagai bahasa di dunia.

Pondok Pesantren  Suluh Melayu  Gambiran Umbulharjo Kota Jogja merupakan pondok pesantren bagi penghafal Alquran. Pesantren ini memiliki 20 Alquran terjemah dari berbagai bahasa daerah di Indonesia serta bahasa latin Italia, Perancis, Inggris, Jerman, Belanda, Rusia dan Cina,Belanda, Turki, Hongaria, India, bahkan hingga Mongolia.

KOLEKSI: Salah Satu Alquran berbahasa China yang dimiliki Pondok Pesantren Suluh Gambiran Umbulharjo Kota Jogja. (SETIAKY.A.KUSUMA/RADAR JOGJA)

Pembina pondok, H Mahyudin Al Mudra menuturkan, dia mengumpulkan dari tahun 2004. “Saat saya bepergian ke beberapa negara, saya tertarik untuk mengumpulkan Alquran dari negara-negara itu. Alhamdullilah sekarang sudah cukup banyak,” jelasnya.

Koleksi ini diperoleh dalam kurun waktu dua bulan lalu dan hingga kini masih terus bertambah jumlah koleksinya. Sebagian besar Alquran yang dikoleksi berasal dari relasi di luar negeri termasuk dari kedutaan, kementerian luar negeri maupun diperoleh secara online.

“Saat ini, bebarengan dengan dimulainya pondok pesantren Suluh Melayu yang akan menerima santri, saya terus berusaha mengumpulkan Al Quran dari berbagai negara,” katanya, Selasa (20/4).

Ponpes Suluh Melayu berharap bisa menambah mengkoleksi Alquran berbagai bahasa seperti dari India, serta bahasa lokal di Indonesia sendiri. Selain sebagai bentuk upaya memajukkan pendidikan agama terutama menghafal Alquran bagi generasi muda,nantinya juga akan didirikan museum Alquran terjemah.

Sementara itu, Ketua Pesantren Suluh Melayu H Noor Aslan mengatakan, untuk pertama kali setelah selesai membangun pondok, pihaknya akan menerima empat hingga enam santri yang akan dididik menjadi penghafal Quran. Santri-santri berusia paling tidak 17 tahun atau lulus SMA ini akan diminta fokus mempelajari Alquran dan nantinya menyebarkan hal-hal baik kepada sesama.

“Kami akan tampung dan biayai penuh mereka, tentu bersama donatur yang membantu. Kami berharap pondok ini bisa melahirkan hafidz yang bisa membawa hal baik bagi sesama, menebarkan kebaikan,” jelasnya. (sky)

Jogja Raya