RADAR JOGJA- Ulah kenakalan remaja kembali terjadi di Kota Jogja yang melibatkan tersangka dibawah umur.Korban berinisial K, 15, mengalami luka serius di bagian wajahnya. Pelakunya adalah remaja berinisial Ks, 16. Sosok ini juga yang melemparkan batu saat berpapasan, Rabu (14/4).

Penganiayaan terhadap korban terjadi di jalan Ngeksikondo Kotagede. Tepatnya saat rombongan korban berpapasan dengan rombongan korban di depan Rumah Sakit Permata. Tanpa berpikir panjang, tersangka Ks langsung melemparkan batu ke arah korban K.

“Usai melempar, rombongan pelaku kabur dan korban jatuh seketika. Korban langsung dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Kotagede dan dirujuk ke RS Hardjolukito,” jelas Kapolsek Kotagede Kompol Dwi Tavianto ditemui di Mapolsek Kotagede, Selasa (20/4).

Hasil pemeriksaan kesehatan, korban mengalami luka parah. Batu tersebut menyebabkan luka pada bagian mata sebelah kanan bengkak, hidung berdarah dan mulutnya juga berdarah. Korban juga tak sadarkan diri selama beberapa saat.

Pasca kejadian, pihaknya langsung bergerak mencari saksi dan bukti. Termasuk menelusuri sejumlah CCTV di sekitar lokasi kejadian. Alhasil terlihat rombonga tersangka dalam sejumlah rekaman CCTV.

“Lalu pada hari Sabtu (17/4) tersangka Ks diantar orangtuanya menyerahkan diri ke Polsek Kotagede. Anak ini mengaku sebagai pelaku yang melempar batu ke wajah korban,” katanya.

Dihadapan penyidik, remaja kelahiran 2004 ini mengakui semua aksinya. Termasuk mengambil batu di kawasan jalan Kusumanegara, Gedongkuning Umbulharjo. Ks mengaku mengambil batu tanpa sepengetahuan teman-temannya.

Dalam kesempatan ini Ks juga mengaku awalnya ingin pergi ke kawasan Paingan. Dalam perjalanan bertemu dengan kelompok lainnya. Ks juga mengaku sempat terkena lemparan batu pada kakinya.

Pasca mendapat lemparan, Ks dan rombongan bersembunyi di sebuah gang di jalan Kusumanegara. Setelah dipastikan aman lalu berjalan ke arah selatan. Hingga akhirnya berpapasan dengan rombongan korban.

“Jadi rombongan yang menyerang rombongan Ks itu berbeda dengan rombongan korban. Saat berpapasa itulah pelaku langsung melemparkan batu yang dibawa. Hingga akhirnya mengenai wajah korban K,” ujarnya.

Akibat perbuatannya ini, Ks dijerat dengan Pasal 76 C Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Junto Pasal 80 Ayat (2) Undang Undang RI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang Undang RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun.

Walau begitu penyidik belum melakukan penahanan terhadap pelaku. Pertimbangannya adalah usia pelaku yang belum mencapai usia dewasa. Payung hukumnya adalah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Dijelaskan secara detil dalam Pasal 32 Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Bahwa penahanan terhadap anak hanya dapat dilakukan dengan syarat telah berumur 14 tahun atau lebih. Lalu melakukan tindak pidana dengan ancaman pidana penjara 7 tahun atau lebih.

“Bukan berarti proses hukum berhenti, tetap berjalan hanya saja menggunakan UU Perlindungan Anak. Tetap melihat kapasitasnya sebagai anak,” katanya.(dwi/sky)

Jogja Raya