RADAR JOGJA – Ketua KPAI Kota Jogja Sylvi Dewajanti menyoroti penggunaan kendaraan bermotor oleh anak bawah umur. Menurutnya kendaraan bermotor khususnya roda dua menjadi sarana pendukung. Terutama atas munculnya aksi kenakalan remaja yang berujung pada kejahatan jalanan.

Dia meminta seluruh pihak menaruh perhatian atas fenomena ini. Diawali dengan orangtua yang bersikap tegas dan bijak. Tidak memberikan akses penggunaan kendaraan bermotor jika belum mencapai batas usia.

“Satu hal mungkin saya juga bisa meminta temen-temen di kepolisian dan lain sebagainya untuk juga menertibkan terutama di keluarga. Menertibkan anak-anak yang naik motor dibawah usia seharusnya. Itukan ada Undang-Undangnya,” tegasnya ditemui di Mapolsek Kotagede, Selasa (20/4).

Berkaca dari kasus yang telah ada, mayoritas pelaku bahkan korban mengendarai kendaraan bermotor. Hingga akhirnya berpapasan di jalan raya. Lalu berujung pada penganiayaan yang mengarah kejahatan jalanan.
Apabila akses penggunaan kendaraan bermotor terbatas, maka mobilitas anak bisa diawasi. Setidaknya tetap berada di rumah dalam rentang waktu tertentu. Terutama yang melebihi jam bermain anak.

“Baik pelaku maupun korban, dua-duanya anak yang menunggang motor yang sebetulnya belum boleh. Itu tanggungjawab kita bersama tidak hanya tanggungjawab kepolisian,” katanya.

Sylvi menjelaskan korelasi antara akses kendaraan bermotor dan kenakalan remaja. Bebasnya akses penggunaan kendaraan membuat mobilitas anak tinggi. Alhasil orangtua tidak bisa mengawasi anaknya secara langsung.
Pergaulan anak, lanjutnya, tak semuanya positif. Beberapa ada yang membentuk kelompok remaja. Salah satunya kelompok yang bertujuan membuat kericuhan di lingkungan masyarakat.

“Jadi kalau anak-anaknya di bawah usia yang diharuskan, diperbolehkan untuk menggunakan kendaraan bermotor saya rasa kejadian-kejadian begini juga bisa kok kita hindari,” ujarnya.(dwi/sky)

Jogja Raya