RADAR JOGJA- Okultasi Mars berhasil diamati di Observatorium Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Sabtu malam (17/4). Mars menghilang sesaat dari pandangan manusia di Bumi akibat tertutup piringan Bulan. Hal ini terjadi akibat Bulan bergerak melintas di antara Bumi dan Mars.

Meskipun hanya beberapa saat, okultasi Mars banyak ditunggu. Berbeda dengan gerhana, ukuran tampak benda langit yang tertutupi jauh lebih kecil dari pada benda langit yang menutupi.

Kepala Pusat Studi Astronomi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yudhiakto Pramudya menuturkan,”Okultasi Mars tahun 2021 hanya dapat diamati di beberapa daerah di penjuru dunia. Tidak semua daerah di Indonesia dapat mengamati. Indonesia bagian utara dan barat menjadi daerah yang dilewati jalur okultasi Mars 2021 ini.

Untuk dapat mengamati fenomena ini dengan detil, diperlukan teleskop baik yang refraktor maupun reflektor. Meskipun demikian, Mars dan Bulan dapat teramati tanpa teleskop. Sejumlah observatorium dan komunitas astronomi amatir di Indonesia bersama-sama melakukan pengamatan dari berbagai daerah,”katanya.

Okultasi Mars terjadi pada waktu yang berbeda untuk daerah berbeda. Awal okultasi Mars di Medan terjadi pukul 20.15 WIB, sedangkan masyarakat Jakarta dapat melihat Mars menghilang dimulai pukul 20.31 WIB. Pada masa pandemi, masyarakat bisa menyaksikan peristiwa dari rumah sehingga dapat membandingkan keadaan di suatu tempat dengan tempat lain.

Untuk mengabadikan peristiwa tersebut, Planetarium dan Observatorium Jakarta bekerjasama dengan Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara dan Pusat Studi Astronomi UAD serta didukung Himpunan Astronomi Amatir Jakarta mengadakan observasi virtual pada okultasi Mars 2021 ini.

Teleskop disiapkan di berbagai daerah yaitu Medan, Ancol, Bekasi, dan Bantul. Observasi serentak ini dilengkapi dengan bincang santai seputar topik Mars. Pengamatan di berbagai daerah memungkinkan mendapatkan data observasi yang beragam dan mengantisipasi perubahan cuaca yang dapat mengganggu observasi.

Yudhiakto menambahkan, keadaan cuaca di sekitar Observatorium UAD pada malam observasi lebih baik dari pada Medan, Ancol, dan Bekasi. Okultasi Mars diawali dengan kontak pertama pada pukul 20.34 WIB berhasil diamati teleskop William Optics dan Skywatcher di Observatorium UAD.

Mars diperkirakan muncul kembali dari balik piringan Bulan pada pukul 21.26 WIB. Namun, Mars sudah terbenam sehingga hanya kontak awal yang berhasil diamati.

“Observasi okultasi Mars ini juga membantu ilmuwan menguji dan memperbaiki perhitungan secara teori tentang gerak benda langit atau yang dikenal juga sebagai hisab.

Masyarakat awam juga mendapatkan tambahan pengetahuan tentang beragamnya keindahan fenomena astronomi sembari menikmati malam bulan Ramadhan,”jelasnya.

Mars selalu menjadi perhatian terlebih dengan diluncurkannya tiga wahana antariksa ke Mars oleh Tiongkok, Uni Emirat Arab, dan Amerika Serikat. Manusia telah mendarat di Bulan, jadi diperkirakan nantinya juga mendarat di Mars. Tahapan ini sudah dimulai dengan berhasilnya helikopter Ingenuity yang mengudara di Mars.

Pengetahuan tentang keadaan atmosfer dan aspek lainnya senantiasa dikumpulkan oleh ilmuwan. Hadirnya Observatorium Ilmu Falak UMSU dan Observatorium UAD sebagai bukti bahwa Muhammadiyah berkemajuan dengan kontribusinya dalam penelitian astronomi. (sky)

Jogja Raya