RADAR JOGJA – Kepala Dinas Kesehatan DIJ Pembajoen Setyaningastutie memastikan vaksinasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) tak berlangsung malam hari selama ramadan. Pertimbangannya adalah ketersediaan sumber daya manusia kesehatan (SDMK). Selain itu juga kesiapan fisik para penerima vaksin Covid-19.

Untuk saat ini, vaksinasi, lanjutnya tetap bertahan dengan skema awal. Berupa pemberian suntikan vaksin pada pagi hari. Tentunya dengan memaksimalkan dalam satu sesi. Agar vaksinasi tidak terlalu lama.

“Enggak ada vaksinasi malam saat Ramadan. Kasihan teman-teman nakes, tetap kami upayakan pagi. Kasihan juga sasarannya kalau malam, kan ada waktu ibadah, kami hormati itu,” jelasnya ditemui saat meninjau vaksinasi di Jogja Expo Center, Kamis (8/4).

Pembajoen akan menambah vaksinator selama bulan Ramadan. Kebijakan ini menyesuaikan target capaian vaksin. Dengan harapan vaksinasi bisa rampung sebelum ibadah salat Dzuhur.

Pertimbangan medis juga menaungi vaksinasi pada pagi hari. Untuk menghindari kekurangan gula atau hipoglikemi. Terutama bagi yang menjalankan ibadah puasa.

“Kami hindari jangan sampai terjadi hipoglikemi kurang gula. Ini dampaknya bisa cepat pingsan dan dehidrasi. Nah kalau sasarannya lansia juga kasihan. Jadi utamakan pagi,” katanya.

Penambahan juga melingkupi fasilitas penunjang. Pembajoen mencontohkan pelaksanaan vaksinasi massal di Jogja Expo Center. Pada tahapan ini, Dinkes DIJ menghadirkan 13 meja untuk setiap posnya. “Jika vaksinasi massal biasanya meja vaksin hanya 13 unit. Nanti saat ramadan akan ditambah menjadi 20 meja,” ujarnya. (dwi/sky)

Jogja Raya