RADAR JOGJA – Asesmen Standardisasi Pendidikan Daerah (ASPD) hari ketiga di SMP Muhamadiyah Saptosari menemui hambatan. Server untuk tes pengganti ujian nasional rusak, sehingga diagendakan ujian susulan.
Kepala SMP Muhammadiyah Saptosari Mardi mengatakan, kerusakan server terjadi Rabu (7/4) pagi. Peserta ASPD sesi pertama terpaksa mengikuti ujian susulan karena program komputernya bermasalah.
“Total ada 14 siswa yang nantinya mengikuti ujian susulan. Rencana ujian susulan berlangsung 15 April 2021,” kata Mardi saat dihubungi kemarin.
Dia menjelaskan, sebenarnya pihak sekolah memiliki satu server cadangan. Hanya saja ketika diseting tidak bisa. Baru kemudian memasuki ujian sesi ke dua pelaksanaan ASPD kembali berjalan normal. “Sekarang sudah bisa diperbaiki. Insya Allah besok pelaksanaan berjalan lancar,” terangnya.
Lebih jauh dikatakan, total peserta ASPD di SMP Muhammadiyah Saptosari ada 27 murid. Sejak awal pelaksanaan tidak ada kendala berarti. Dia berharap sampai hari terakhir ujian besok (hari ini, Red) tak ada masalah.
Sementara itu, Kepala Bidang SMP, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul Kisworo mengatakan, informasi kendala server hanya berlangsung di SMP Muhammadiyah Saptosari. Hingga sore kemarin tidak ada laporan permasalahan serupa di sekolah lain.
“Kami meminta agar kendala yang ada segera diatasi. Kalau tidak punya server cadangan bisa pinjam sekolah lain,” kata Kiswara.
Dikatakan, total peserta ASPD di Gunungkidul 7.862 siswa. Dalam waktu rentang empat hari, setiap peserta menggerjakan soal-soal empat mata pelajaran terdiri atas Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan Ilmu Pengetahuan Alam. “Setiap hari mengerjakan satu soal dengan komputer. Untuk pengawasan dilakukan oleh guru,” ujarnya.
Sampai kemarin belum ada laporan orang tua wali murid keberatan dengan ASPD tatap muka. Itu artinya seluruh kegiatan ASPD berlangsung secara tatap muka. Secara prinsip anak didik diperbolehkan mengerjakan di rumah. “Kami juga mengingatkan agar protokol kesehatan diperketat,” ucapnya. (gun/laz)

Jogja Raya