RADAR JOGJA- Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jogjakarta mengecam keras aksi terorisme yang terjadi di Indonesia beberapa waktu lalu. Bahkan, akibat aksi tersebut, beberapa orang ditangkap oleh Densus 88 Antiteror karena dugaan terorisme.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, sikap Muhammadiyah ada dua yakni, mengecam setiap bentuk aksi terorisme apapun itu. Bahkan yang dilakukan oleh siapapun, untuk tujuan apapun, yang kedua, penindakan, termasuk penangkapan terhadap para terduga aksi terorisme harus tetap dalam koridor hukum dan dilakukan secara seksama. Sehingga di harapkan jangan menimbulkan suasana keresahan baru di masyarakat.

Terorisme itu merusak kehidupan, katanya saat ditemui di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kamis (8/4).

Pihaknya juga menghimbau agar lakukan tindakan pencegahan, pengamanan ekstra ketat harus dilakukan kepada kepolisian yang sering menjadi sasaran terorisme. Disamping itu, ia mendorong pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus aksi terorisme yang terjadibdan apabila diperlukan membuat tim investigasi.

Saya berharap,” aktor di balik terorisme yang keji itu dapat diungkap dan ditangkap. Kepada masyarakat luas, hendaknya tenang dan tidak mengembangkan berbagai prasangka atau asumsi,”harapnya. (sky)

Jogja Raya