RADAR JOGJA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memasukkan lansia sebagai kelompok rentan terpapar Covid-19. Di samping itu, guru harus menerima vaksinasi sebelum digelarnya pembelajaran tatap muka (PTM) bulan Juli mendatang. Menyiasati ketersediaan vaksin yang minim, Dinkes Bantul membagi dosis vaksin untuk lansia yang turut dialokasikan bagi guru.

“Untuk dosis vaksin lansia kami bagi. Kami memberikan vaksin yang ada di puskesmas yang diperuntukkan bagi lansia. Di puskesmas akan dilaksanakan sesuai ketersediaan. Di samping melakukan vaksinasi kepada guru,” ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bantul Dokter Sri Wahyu Joko Santosa saat ditemui di sela pengawasan vaksinasi terhadap lansia di Dinkes Bantul, Selasa (6/4).
Tercatat Bumi Projotamansari memiliki sekitar 130 ribu lansia. Sementara jumlah guru yang mendaftarkan diri untuk menerima vaksinasi sekitar 40 ribu. Para guru ini didaftarkan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) dan Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Bantul. Terdiri atas guru yang mengajar di sekolah negeri dan swasta. “Kami targetkan sebelum Juli vaksinasi guru selesai. Harus selesai, dalam arti mereka sudah mendapat dosis kedua,” sebutnya.
Dijelaskan, distribusi vaksinasi lansia diserahkan kepada puskesmas, terkait pendataan dan pemanggilan lansia untuk menerima vaksin. “Sistemnya yang menjalankan puskesmas. Mau dipanggil per RT atau pemanggilan sesuai nomor urut. Ada puskesmas yang menjalankan dengan sistem sendiri, ada manual kemudian diminta mendaftar lewat aplikasi,” paparnya.
Sementara Kepala Dinkes Bantul Agus Budi Raharja mengungkapkan, dinasnya hanya memiliki stok 5.290 vaksin. Selanjutnya stok vaksin akan didistribusikan ke puskesmas-puskesmas di Bantul yang diutamakan bagi lansia. “Itu hanya beberapa hari selesai, tidak datang lagi. Segmen lain yang golongan rawan tetap kami jadwalkan. Tapi sekali lagi, vaksin datangnya bertahap. Kami akan sesuaikan. Tapi begitu datang, akan langsung kami jadwalkan untuk percepatan,” bebernya.
Dibenarkan, lansia masuk menjadi salah satu kelompok yang diprioritaskan mendapat vaksin. Sebab lansia merupakan golongan yang rentan terpapar Covid-19. “Beberapa hari lalu ada notifikasi dari Kemenkes bahwa lansia adalah sasaran yang paling prioritas. Sehingga untuk tahapan ini mohon untuk diprioritaskan kepada lansia. Jadi vaksin yang akan dikirim ke kami yang diutamakan bagi lansia,” tegasnya.
Salah seorang lansia yang menerima vaksinasi di Dinkes Bantul adalah Sugeng Supomo. Kakek 66 tahun ini pun mengaku bersyukur. “Alhamdulillah tidak ada keluhan (setelah menerima vaksin, Red),” ucapnya.
Sugeng sendiri merupakan jamaah calon haji tahun 2020. Kendati belum dapat segera menunaikan ibadah haji karena tertunda itu, vaksin membuatnya merasa lebih percaya diri. “Dengan adanya vaksin, merasa tenang. Mudah-mudahan tidak ada penyakit yang masuk,” harapnya. (fat/laz)

Jogja Raya