RADAR JOGJA – Ribuan pelaku pariwisata, petugas publik dan pengendara transportasi di Sleman mulai disuntik vaksin Covid-19 kemarin (5/4). Vaksinasi tahap pertama ini menyasar 5.000 orang dan digelar di halaman Ramayana Ballet, Candi Prambanan, kemarin (5/4). Vaksinasi dosis pertama ini akan berlangsung hingga 9 April.

“Vaksin ini digelar secara drive thru untuk mengurangi kerumunan akibat antrean,” ungkap Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Sleman Budiharjo dalam sambutannya mewakili Bupati Kustini Sri Purnomo di lokasi, kemarin (5/4).

Dia menjelaskan, drive thru ini kali pertama digelar di Sleman, sebagai wujud kenyamanan dan keamanan bersama mengantisipasi adanya persebaran Covid-19. Vaksinasi digelar selama lima hari. Atau per haria menyasar 1.000 orang. Bekerja sama dengan telehealth Halodoc dan Gojek.

Dikatakan, pariwisata merupakan salah satu sektor terdampak pandemi Covid-19. Dengan adanya vaksinasi ini, diharapkan pariwisata perlahan mulai bangkit, sehingga perputaran ekonomi di Kabupaten Sleman turut membaik. Wisata kembali bergeliat dan masyarakat dapat menciptakan peluang-peluang pekerjaan baru. Perekonomian kembali pulih.

Kendati begitu, ia tegaskan vaksinasi bukanlah cara menghentikan Covid-19. Vaksin juga bukanlah obat yang dapat menyembuhkan Covid-19 dan kerja vaksin, membutuhkan waktu untuk membentuk antibodi. Sehingga diimbau tetap waspada dan selalu terapkan cuci tangan pakai masker dan jaga jarak. “Vaksinasi dosis kedua akan dilanjutkan 3-7 Mei mendatang di lokasi yang sama,” lanjutnya.

Staff Ahli Bidang Ekonomi Kementerian Kesehatan HM Subuh mengatakan, Covid-19 merupakan bencana global. Hampir 120 juta terpapar virus ini. Demikian juga di Indonesia, lebih dari 1,5 juta masyarakat terkena Covid-19. Lepas dari itu, virus ini menumbuhkan inovasi sehingga melalui relaksasi dan penelitian, maka vaksin lebih cepat penemuannya.

“Ini kali pertama dalam sejarah dunia. Vaksin lebih cepat ditemukan. Saat pandemi belum selesai, vaksin sudah ada,” ujarnya. Dikatakan, untuk menghadapi pandemi ini dibutuhkan sinergitas bersama dari banyak pihak. Seperti halnya kegiatan ini, bagaimana memberikan pelayanan publik dengan bekerjasama antarinstansi dan layanan transportasi, sehingga pelaksanaan vaksinasi berjalan lebih optimal.

Sementara itu Chief of Medical Halodoc dr Irwan Heriyanto  MARS menyebut, layanan drive thru vaksinasi bukan hal pertama. Layanan serupa sudah dilaksanakan juga di 32 lokasi di 20 kota. Sleman menjadi daerah kelima. Terkait pilihan lokasi di Candi Prambanan, dia mengaku karena lokasinya yang luas dan strategis, sehingga memudahkan dalam pelaksanaan drive thru vaksinasi. “Drive thru ini untuk memberikan akses vaksinasi yang aman dan praktis dengan menyasar pelaku pariwisata, transportasi, dan pelayanan publik lainnya,” katanya.

Dalam pelaksanaan vaksinasi drive thru ini, juga menggandeng sejumlah perusahaan swasta di antaranya Danone.VP General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh Sugijanto mengaku, pihaknya merasa terdorong untuk ikut berpartisipasi dalam program penanganan Covid-19.”Semakin cepat vaksinasi dilaksanakan, makin cepat pula ekonomi Indonesia akan bangkit,” ucapnya.

Pada kegiatan vaksinasi ini, Danone berkontribusi menyediakan produk air minum Aqua dan Mizone bagi para peserta dan tenaga kesehatan. Sejak awal tahun, Aqua telah menjadi official partner untuk sebagian besar kegiatan vaksinasi di berbagai daerah di Indonesia.

Selama masa pandemi ini, Danone sendiri telah menyalurkan donasi senilai total Rp 30 miliar dalam bentuk bantuan APD, ventilator, dukungan dana, nutrisi dan hidrasi. “Kami berkomitmen akan terus memberikan kontribusi nyata. Semoga vaksinasi ini dapat berjalan lancar dan sukses,” tutur Vera.(mel/laz)

Jogja Raya