RADAR JOGJA – Gubernur DIJ Hamengku Buwono X memutuskan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro diperpanjang. Kebijakan yang berakhir hari ini, berlanjut hingga 19 April. Tepatnya pertambahan 14 hari.

Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini menjelaskan pertimbangan perpanjangan. Salah satunya adalah masih tingginya angka  sebaran kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Jogjakarta.

HB X menilai kebijakan ini sebagai antisipasi terhadap sumber penularan dari luar Jogjakarta. Terlebih beberapa waktu ini kerap dikunjungi warga asal luar daerah. Apabila tak terpantau maka resiko penularan semakin tinggi.

Fokus penerapan tidak berubah dari PPKM skala mikro sebelumnya. Intinya adalah agar masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan. Sehingga angka sebaran kasus Covid-19 bisa ditekan.

“Lebih baik diteruskan dengan harapan bisa mengkontrol mobilitas masyarakat,” katanya.

Disatu sisi HB X juga tak menampik tak ada larangan warga bermobilitas. Menurutnya setiap warga memiliki aktivitas yang berbeda-beda. Hanya saja dia tetap mengingatkan agar protokol kesehatan diterapkan secara disiplin.

“Memang susah kontrol orang-orang tidak boleh pergi. Tapi pas lebaran tetap lungo (pergi), tidak mungkin orang disuruh dirumah terus. Itu tidak mungkin,” ujarnya. (dwi/sky)

Jogja Raya