RADAR JOGJA – Hujan lebat disertai angin kencang kembali melanda beberapa wilayah di DIJ, seperti Kabupaten Sleman, Bantul, dan Kota Jogja. Dilaporkan banyak pohon tumbang dan baliho ukuran besar roboh di sejumlah tempat.

Koordinator Bidang Operasi Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIJ Endro Sambodo mengungkapkan, hujan disertai angin kencang itu berlangsung sekitar 40 menit, mulai pukul 13.00 hingga 14.15. Ini berdampak beberapa kejadian di beberapa wilayah, seperti Sleman, Bantul, dan Kota Jogja.

“Dampak paling signifikan di seputaran Kasihan, Bantul, berupa pohon tumbang yang menimpa rumah dan sebagian menutup akses jalan. Kabel listrik juga terkena,” ujarnya kemarin (4/4). Ia menjelaskan, setidaknya kejadian akibat hujan disertai angin kencang itu berada di 33 titik yang tersebar di daerah se-DIJ.

Di Kabupaten Bantul meliputi Kecamatan Kasihan, Piyungan, dan Banguntapan. Dampaknya pohon tumbang tiga titik, rumah rusak dua titik, jaringan listrik dua titik, akses jalan dua titik, dan tempat usaha satu titik.
Wilayah Kota Jogja meliputi Kemantren Kotagede, Gondokusuman, dan Umbulharjo. Dampak yang terjadi pohon tumbang tiga titik, tempat usaha dua titik, jaringan listrik satu titik, dan akses jalan satu titik.

Yang terbanyak ada di Kabupaten Sleman, meliputi Kecamatan Depok dan Berbah. Dampak yang terjadi pohon tumbang delapan titik, kendaraan satu unit, akses jalan satu titik, jaringan listrik dua titik, papan iklan roboh empat titik, perkantoran satu titik, bangunan lain satu titik.
Semua kejadian itu tidak ada korban jiwa. “Tadi sempat ada informasi beberapa baliho roboh di Jalan Gejayan. Hanya roboh balihonya nggak ada pengendara yang lewat ke situ,” ujarnya.

Penanganan yang dilakukan di lapangan pemangkasan, pemindahan, asesmen, dan pembersihan. Kemudian pendataan secara detail agar segera tertangani. Tadi malam penanganan dihentikan terlebih dulu. Namun tetap melakukan penanganan bila dijumpai laporan pohon atau baliho roboh yang mengganggu akses jalan.

“Tindakan lanjut akan dilaksanakan besok pagi (hari ini, Red), didistribusikan ke BPBD kabupaten/kota,” tambah Endro.
Di Kota Jogja, seperti dilaporkan Kepala Pelaksana BPBD Nur Hidayat, pohon tumbang di antaranya terjadi di Jalan Kebun Raya, Kalurahan Rejowinangun, Kemantren Kotagede. Pohon waru berdiameter 40 sentimeter dengan ketinggian sekitar 10 meter tumbang.

“Sempat menghalangi akses jalan, menimpa kabel listrik, dan menimpa gerobak es milik Sarto, 50, ” kata Nur Hidayat. Selain di Kotagede, pohon tumbang juga terjadi di Jalan Bimasakti, Kalurahan Demangan, Kemantren Gondokusuman. Pohon matoa dengan diameter sekitar 40 sentimeter dan tinggi 15 meter milik Prabowo, tumbang dan menimpa satu rumah. “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” kata Nur.

Sementara di Sleman, berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Sleman, hujan lebat dan angin kencang hampir merata. Semula terjadi di Kapanewon Cangkringan dan Pakem. Selanjutnya meluas ke Gamping, Godean, Moyudan, Minggir, Seyegan, Mlati, Depok, Kalasan, Ngemplak, Ngaglik, Sleman, Tempel, Turi, dan sekitarnya.
“Potensi terjadi hujan mulai dari sedang hingga lebat,” ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan kemarin (4/4). Di Kapanewon Depok hingga menyebabkan atap rumah roboh di Jalan Laksda Adisucipto, Ambarukmo, Kalurahan Caturtunggal.

Pohon tumbang melintang di jalan di Padukuhan Santan Kalongan RT 09 RW 29, Maguwoharjo. Pohon tumbang menimpa jaringan listrik di Jalan Kesatrian sebelah utara SMP Depok 2 Gejayan dan di dekat Pasar Condongcatur. Berikutnya atap TK/PAUD roboh mengenai rumah warga di Padukuhan Gowok RT 05 RW 02, Caturtunggal, Depok. Dan baliho roboh di Jalan Affandi, Santren Caturtunggal.

“Di Jalan Bandeng VII/4 Minomartani Ngaglik, pohon tumbang menimpa gardu di area parkir Gereja Santo Petrus dan Paulus, kini sudah terkondisikan,” kata Makwan.

Disebutkan, pohon tumbang menimpa rumah juga terjadi di Perumahan Griya Permata Balecatur, Gamping dan Sembuhan Lor, Sendangmulyo, Minggir. Pohon tumbang di Prambanan terjadi di dua titik. Kapanewon Minggir tiga titik dan Berbah satu titik. Belum diketahui berapa total kerugian. Kendati begitu, saat ini sudah dalam penanganan relawan setempat.

Hujan deras dan angin kencang juga menyebabkan genting-genting di Kantor Kalurahan Condongcatur rusak. Lurah Condongcatur Reno Chandra Sangaji mengungkapkan, angin sempat memporaporandakan genting atap kantornya. Kendati demikian, pasca kejadian, masyarakat setempat segera melakukan pembenahan. “Alhamdulillah saat ini sudah terkondisikan. Tadi genting-genting pada melosot,” katanya. (wia/kur/mel/laz)

Jogja Raya