RADAR JOGJA – Gubernur DIJ Hamengku Buwono X ┬ámengapresiasi kerja Densus 88 Anti-teror Mabes Polri selama di Jogjakarta. Menurutnya kegiatan ini dapat memberikan rasa nyaman dan aman bagi warganya. Terutama terkait kegiatan yang mengandung unsur radikalisme dan terorisme.

Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini menilai aksi terorisme sangatlah meresahkan. Imbasnya adalah warga menjadi cemas dan was-was dalam beraktivitas. Dengan adanya sejumlah penggeledahan dan penangkapan membuat masyarakat lebih tenang.

“Kalau saya dengan ditangkap itu malah senang. Dalam arti kecenderungan-kecenderungan untuk terjadi sesuatu yang menimpa Jogja kan berkurang,” jelasnya ditemui di Kompleks Kantor Kepatihan, Senin (5/4).

Terkait penggeledahan, HB X tak mengetahui secara detail. Termasuk identitas para terduga teroris yang diamankan. HB X juga tak bisa memastikan apakah para terduga teroris adalah warganya atau pendatang dari luar Jogjakarta.

“Saya tidak tahu persis, itu memang orang Jogja atau memang non Jogja tapi ndelik di Jogja karena dianggap aman tapi ternyata ditangkap. Tapi dia pendatang tapi domisili di Jogja dari awal,” katanya.

Disatu sisi, HB X juga meminta warganya mengintensifkan peran Jaga Warga. Program Jaga Warga, lanjutnya, telah terlegitimasi melalui Peraturan Gubernur (Pergub) DIJ Nomor 6 Tahun 2019. Telah diinisiasi pertama kali sejak 2015.

Jaga Warga sendiri merupakan program pengoptimalan peran dan komunikasi. Khusunya antara warga dengan perangkat desa. Perannya dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah masing-masing.

Adanya aktivitas ini, HB X meyakini situasi lingkungan lebih kondusif. Ini karena peran warga menjadi sangat penting. Terutama untuk mengawasi kondisi ketertiban dan keamanan umum di lingkungannya masing-masing.

“Setiap perkelurahan itu ada 25 orang untuk kerukunan warga dan sebagainya. Mereka nanti yang bertanggungjawab di bawah koordinasi pejabat setempat di level desa,” ujarnya. (dwi/sky)

Jogja Raya