RADAR JOGJA – Umat Kristiani di seluruh dunia merayakan Hari Jumat Agung Sabtu (2/4). Termasuk para jemaat yang melakukan peribadatan di Gereja Katolik Kristus Raja, Baciro, Kota Jogja.

Peringatan Jumat Agung tahun ini dilakukan dalam kondisi “spesial”. Selain masih dalam masa pandemi Covid-19, dalam beberapa waktu terakhir juga ada dua peristiwa yang menyedihkan. Yakni aksi terorisme di Makassar dan Jakarta.
Kendati demikian, jemaat Gereja Katolik Kristus Raja tetap antusias mengikuti peringatan Jumat Agung. Baik secara langsung di gereja dengan menaati protokol kesehatan maupun yang dari rumah masing-masing. “Jadi jemaat mendaftar dulu. Ada yang datang, ada mengikuti dari rumah,” ujar seorang panitia penyelenggara, Irennius Bali.

Nius juga menjelaskan dalam prosesi Jumat Agung biasanya ada aksi teatrikal yang menggambarkan bagaimana pengorbanan yang dilakukan Yesus Kristus terhadap umatnya. Namun, untuk tahun ini, aksi itu urung dilakukan karena masih ada dalam kondisi pandemi. “Jadi kami pakai video-video lama saja,” jelasnya.

Salah satu pimpinan Gereja Katolik Kristus Raja Romo Paroki FX Alip Suwito menyatakan, pihaknya mengusung tema “Bertumbuh dalam Kristus dan Berbuah dalam Hidup”. Dengan tema itu, ia mengajak para jemaat terus meneladani sikap Jesus yang mau mengorbankan dirinya untuk umat yang jumlahnya luar biasa banyak.

Dalam kesempatan ini Romo Alip juga memberikan tanggapan terhadap aksi terorisme di Makassar dan Jakarta. Menurutnya, terorisme tidak memiliki tempat di manapun, apalagi di Indonesia. “Kita ini menempati rumah bersama yang namanya Indonesia. Itu yang harus terus kita jaga,” ujarnya.
Romo Alip juga mengaku terus menyampaikan pesan-pesan persatuan dan kesatuan antarumat beragama terhadap para jemaat di Gereja Katolik Kristus Raja Baciro. “Harapannya semua orang, siapa pun itu yang mendapatkan kasih Tuhan ya merawat kehidupan,” tandasnya. (kur/laz)

Jogja Raya