RADAR JOGJA – Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) tengah mempersiapkan beberapa program untuk bisa membantu pemulihan dunia pariwisata. Salah satunya adalah program Travel Corridor Arrangement (TAC) sebagai upaya memulihkan industri wisata.
TAC merupakan program dan dukungan pemerintah untuk membuka kembali pariwisata dengan bekerja sama antar daerah maupun negara.
Ketua GIPI DIJ, Bobby Ardyanto Setyo Aji menjelaskan, saat ini pihaknya bersama Pemprov DIJ tengah fokus untuk perencanaan pengadaan travel corridor. “Proses sedang berjalan. Nantinya kerja sama travel corridor dilakukan dengan daerah Jawa-Bali dan luar daerah Jawa yang memiliki penerbangan langsung ke sini,” jelasnya.
Ia menambahkan, program travel corridor akan diuji coba untuk wisatawan domestik. Dengan memfasilitasi kemudahan perjalanan baik dari segi bisnis, ekonomi,diplomatik, dan dinas. “Untuk saat ini, targetnya untuk wisatawan lokal terlebih dahulu. Karena, nantinya ada proses mitigasi dalam pelaksanaanya termasuk karantina. Sehingga, proses ini akan menjadi pijakan ketika wisata dibuka lebih luas,” ujarnya.
Untuk lokasi wisata maupun penginapan akan diutamakan yang sudah terverifikasi CHSE sehingga keamanannya terjamin dan sesuai prosedur. Kemudian, industri wisata juga diimbau untuk mempersiapkan paket wisata dengan standar protokol kesehatan. “Tetap kami mengedepankan prokes pada pelaksanaannya. Dengan harapan dapat menggerakkan industri pariwisata,” tandas Bobby.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata DIJ, Singgih Raharjo menyatakan selama ini pandemi kunjungan wisatawan di DIJ masih didominasi wisatawan lokal. Spesifiknya wisatawan dari dalam DIJ sendiri.
Bahkan, menurut data yang ia himpun dari Visiting Jogja, wisatawan lokal DIJ unggul sekitar 20 persen dari wisatawan daerah lain. “Kalau dibandingkan dengan wisatawan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur perbandingannya sekitar 20 persen, semoga geliat kunjungan wisata itu terus meningkat,” harapnya. (kur/bah)

Jogja Raya