RADAR JOGJA – Kepala Dinas Pariwisata DIJ Singgih Raharjo mengingatkan, agar wisatawan dan pelaku wisata tetap patuh protokol kesehatan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Anjuran ini guna mengantisipasi munculnya klaster baru selama libur panjang. Berawal dari munculnya kerumunan di sejumlah objek wisata di Jogjakarta.

Singgih meminta agar pelaku wisata maupun wisatawan tetap berkomitmen atas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro. Setiap pendatang dari luar daerah wajib membawa surat bebas Covid-19. Dapat berupa GeNose C19, rapid antigen maupun swab Polymerase Chain Reaction (PCR).

“Long weekend ini syarat masuk Jogjakarta ya tetap mengacu pada PPKM. Karena sampai hari ini kan tidak ada pencabutan. Jadi pelaku perjalan itu jadi tetap pakai syarat seperti antigen itu. Itu masih berlaku,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (2/4).

Singgih meyakini akan ada peningkatan jumlah pengunjung ke Jogjakarta. Terbukti dengan meningkatnya volume kendaraan plat luar yang masuk ke Jogjakarta. Terlebih saat ini memasuki hari libur nasional Paskah.

Hanya saja Singgih belum bisa memastikan jumlah pengunjung khususnya wisatawan. Pihaknya masih menghitung dengan memanfaatkan aplikasi Visiting Jogja. Data yang diambil adalah orang yang berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di Jogjakarta.

“Biasanya kalau trennya Visiting Jogja itu di Sabtu dan Minggunya. Kalau peaknya rata-rata akhir Minggu. Data kemarin mencapai 30-an ribu. Kapan itu mencapai 31-an ribu lebih,” katanya.

Disinggung target wisata, Singgih tak berharap banyak. Dia menyadari bahwa kondisi pandemi Covid-19 bertentangan dengan target wisata. Hanya saja jajarannya tetap fokus agar roda perekonomian di sektor wisata tetap bergerak.

“Situasinya kan tidak bisa diprediksi jadi tidak ada target, yang penting sehat dan ada pergerakan. Sekecil apapun pergerakan itu untuk menghidupkan roda pariwisata sekaligus roda ekonomi,” ujarnya.

Penghageng Kawedanan Hageng Punokawan Nitya Budaya Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara meminta pengelola wisata di wilayah keraton menerapkan prokes Covid-19 secara ketat. Termasuk objek wisata Tamansari.

Antisipasi libur panjang telah dilakukan oleh jajarannya. Berupa penguatan prokes Covid-19 di setiap sudut objek wisata. Selain itu juga penerapan batasan jumlah pengunjung dan sejumlah aturan lainnya.

“Kalau keraton kan selama long weekend ini tidak operasional penuh karena bertepatan dengan ulang tahun Ngarso Ndalem. Tapi kalau di Tamansari tetap buka, tentu prokesnya kami utamakan,” katanya ditemui di Kompleks Kedhaton Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

GKR Bendara menambahkan, kompleks wisata Tamansari sendiri terbagi menjadi 4 titik. Sebelum masuk, para pengunjung akan dikelompokkan dalam satu rombongan. Untuk kemudian mendapatkan antrian dengan interval waktu.

Sebelum masuk, pengunjung juga wajib mengisi sejumlah data. Fungsinya sebagai preventif apabila muncul kasus Covid-19. Selama mengunjungi komplek Tamansari, pengunjung juga wajib mengikuti arahan tour guide.

“Tapi di sana (Tamansari) memang antusiasme masyarakat untuk datang itu sangat besar juga. Jadi kalau long weekend seperti ini mohon bersabar, menaati semua rambu-rambu gitu nggih. Yang pasti di sana protokoler sudah di supervisi langsung oleh gugus tugas Covid-19. Jadi harap bersabar kalau harus ngantre,” tambahnya.(dwi/sky)

Jogja Raya