RADAR JOGJA – Prosesi pemakaman KGPH Hadiwinoto berjalan tanpa ada sambutan. Begitu peti  diangkat sejumlah abdi dalem Keraton Jogja, upacara langsung dimulai. Putri sulung Sultan Hamengku Bawono Ka 10, GKR Mangkubumi bertindak sebagai pihak yang melepaskan jenazah sang paman menuju peristirahatan terakhir.

Beberapa kerabat tampak melayat di rumah duka di kawasan Timoho, Jogja. Di antaranya keponakan almarhum. Antara lain, Penghageng Panitrapura Keraton Jogja GKR Condrokirono (adik GKR Mangkubumi), KRT Jayaningrat (putra almarhum GBPH Joyokusumo) dan lainnya. Tampak pula salah satu adik almarhum, GBPH Hadisuryo. Sesekali Hadisuryo tampak berbincang dengan Condrokirono.

Putra sulung almarhum, RM Bambang Prastari terlihat berjalan di muka. Dia membawa foto KGPH Hadiwinoto yang mengenakan busana surjan warna cerah. Foto diambil semasa almarhum punya hajatan mantu. Adik Prastari, Raden Ajeng Lopitasari tidak mampu menahan kesedihan saat melepas sang ayah menuju peristirahatan terakhir.

Upacara pemberangkatan jenazah berlangsung sekitar 09.15. Kurang lebih pukul 09.45, jenazah dibawa dengan menumpang ambulans. Perjalanan ke Pasareyan Hastarengga Kotagede membutuhkan waktu sekitar 20 menit.

Begitu sampai di lokasi,  peti langsung digotong abdi dalem menuju lokasi pemakaman. Ada beberapa kerabat keraton menunggu di kompleks makam yang dibangun Sultan Hamengku Buwono VIII tersebut. Antara lain GBPH Yudhaningrat, GBPH Condrodiningrat dan KRT Jatiningrat.

Gusti Yudha, sapaan akrab Yudhaningrat, mengenakan busana surjan pranakan warna gelap dan blangkon. Begitu peti jenazah diusung ke liang lahat, Gusti Yudha tampak duduk bersila di sisi barat. Dia  duduk berdampingan dengan adik kandungnya Condrodiningrat. Sedangkan Jatiningrat memilih duduk di bagian timur liat lahat.

Lokasi makam Gusti Hadi berada di sisi utara kompleks Hastarengga. Makamnya dilengkapi dengan atap. Persis bersebelahan dengan makam Bendara Raden Ayu (BRAy) Roswarini Sri Yuniarsih, istri GBPH Prabukusumo yang meninggal 8 Desember 2020.

Kemudian di sebelahnya lagi makam GBPH Cakraningrat. Adik beda ibu dari Hadiwinoto yang wafat pada 21 Juli 2019. Masih satu deret di bagian barat ada makam Gusti Bendara Raden Ayu (GBRAy) Murdokusumo yang wafat 22 Agustus 2020. (kus/laz)

Jogja Raya