RADAR JOGJA – Gubernur DIJ Hamengku Buwono X memberikan sorotan khusus terhadap kasus penularan Covid-19 di Kabupaten Sleman. Terutama klaster-klaster yang muncul akibat dari takziah beberapa waktu terakhir.

Seperti diberitakan Radar Jogja Selasa (30/3), terjadi dua klaster penularan virus korona baru di Sleman. Itu terjadi di Padukuhan Plalangan, Kalurahan Pandowoharjo, Kapanewon Sleman, dan di Padukuhan Blekik, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik.
“Saya hanya punya harapan bagaimana di Sleman bisa makin ketat prokesnya. Dalam arti pengawasan untuk tidak berkerumun,” ujar Gubernur HB X saat ditemui di Kompleks Kantor Kepatihan, Jogja, Selasa (30/3).
Dalam kesempatan ini HB X juga memberikan catatan khusus, baik kepada Pemkab Sleman maupun masyarakat secara umum yang ia sebut mulai abai terhadap bahaya virus korona. “Ojo sak penake dhewe (Jangan seenaknya sendiri, Red)” tegasnya.
HB X juga menekankan kepada kepala daerah yang lain untuk bisa mendispilinkan masyarakat, kaitannya dengan penerapan terhadap prokes. Itu sangat penting agar penularan virus ini bisa dikendalikan. “Khususnya Kabupaten Sleman,” tegas ayah lima puteri ini.
Klaster penularan Covid-19 dari kegiatan takziah ditemukan di Padukuhan Plalangan bertambah. Saat ini ada 36 orang yang dinyatakan positif. Kepala Puskesmas Sleman Elyza Sinaga menyebut, sebelumnya ada 32 orang yang positif dari klaster ini.
Hasil positif itu sudah melalui tes swab PCR. “Dari 32 orang itu, tiga orang di antaranya harus dirawat di rumah sakit dan seorang di antara mereka dilaporkan meninggal pada 25 Maret lalu,” kata Elyza.
Ia menjelaskan pihak puskesmas kemudian melakukan tracing kasus dengan menggelar tes swab masal pada Senin (29/3). Hasilnya ada empat orang yang positif tes swab antigen. “Senin (29/3) total ada 325 orang yang terjaring dan hanya 266 di antaranya saja yang hadir. Empat orang positif dari swab antigen, kemudian 45 orang reaktif rapid antibodi,” jelasnya
Dengan tambahan ini, total untuk klaster takziah Padukuhan Plalagan menjadi 36 orang positif. Sementara kasus klaster takziah di Padukuhan Blekik ditemukan 45 orang positif Covid-19. (kur/laz)

Jogja Raya