RADAR JOGJA – Healthy tourism menjadi andalan menggerakkan kembali industri pariwisata di Bumi Projotamansari. Setelah sebelumnya macet akibat pandemi Covid-19. Penerapan protokol kesehatan (prokes) diharapkan dapat mendongkrak kembali geliat pariwisata. Lantaran menawarkan keamanan dan kenyaman kepada wisatawan yang berkunjung.
“Kami merencanakan penguatan destinasi tetap basisnya dalam bentuk prokes. Jadi bagaimana meningkatkan destinasi di Bantul untuk tertib prokes, dalam rangka meraih kunjungan wisata,” sebut Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul Kwintarto Heru Prabowo kepada Radar Jogja Selasa (30/3).
Artinya, Dinpar Bantul membantu promosi objek wisata (obwis) yang ada di Bumi Projotamansari. Namun juga memastikan obwis itu menaati prokes pencegahan Covid-19. “Sampai akhir tahun masih dimungkinkan dalam suasana pandemi. Walaupun saya tidak tahu perubahan seperti apa. Tapi konsepnya tetap kami siapkan pada wisata yang tetap berbasis prokes,” tuturnya.
Kwin juga mendukung pelaksanaan atraksi wisata dengan penerapan prokes. Mengingat Instruksi Bupati (Inbup) Bantul No 7/2021 tentang Perpanjangan Kedua PPKM Berbasis Mikro di Kabupaten Bantul memperkenankan kegiatan seni kembali digelar. “Atraksi yang sesuai protokoler kami tidak masalah. Tapi pengelola wisata harus berkoordinasi dengan Gugus Tugas dan kepolisian. Rambu ini harus ditaati semua pihak, baik pengelola, pelaksana, maupun pemain,” tegasnya.
Salah satu obwis yang telah menerapkan prokes adalah Hutan Pinus Mangunan, Dlingo, Bantul. Obwis menyediakan dua tempat cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, memastikan wisatawan menggunakan masker, dan mengecek suhu tubuh wisatawan. Selain itu, pengelola juga mencatat nama, kontak, dan alamat wisatawan.
Pengelola melakukan pengecehan suhu wisatawan, menganjurkan pengunjung menggunakan masker, dan menyediakan tempat cuci tangan sebelum memasuki kawasan obwis. Selain itu, dilakukan pencatatan terhadap data ketua rombongan. Lantaran obwis ini sudah kembali menerima kunjungan dari luar kota. “Supaya kalau terjadi yang tidak diinginkan bisa segera dihubungi,” jelas Koordinator Lapangan Hutan Pinus Mangunan Nanang Pasetyo.
Diharapkan pula, penerapan prokes dapat memberi rasa aman terhadap wisatawan. Sehingga wisatawan tidak perlu khawatir saat mengunjungi Hutan Pinus Mangunan. Pengelola pun menyediakan ruang isolasi dan terhubung dengan puskesmas terdekat bila terjadi kedaruratan. “Tapi untuk atraksi belum bisa jalan. Beberapa inovasi yang dilakukan sebelum Covid-19, seperti gejog lesung belum bisa pulih. Penampilan musik juga kami jalankan,” sebut pria 32 tahun itu. (fat/laz)

Jogja Raya