RADAR JOGJA – Butuh waktu satu setengah jam dari pusat kota Jogjakarta untuk bisa menjangkau Warung Makan Beong Mbah Juri. Untuk sampai ke tujuan, dihadapkan pada jalan naik turun dan berkelok. Namun, sesampainya di sana, para pecinta kuliner akan langsung dimanjakan dengan nikmatnya masakan yang ada.
Berlokasi di Jalan Sladen-Sedangsono, Slanden, Banjaroyo, Kecamatan Kalibawang, warung yang dimiliki Mbah Juri itu begitu menarik. Ia hanya menyajikan dua menu utama saja.
Yakni olahan Ikan Beong dan Ikan Wader. Dua jenis ikan yang kerap ditemui di Kali Progo. Ikan wader ia oleh sedemikian rupa sehingga menjadi sangat lunak. Bahkan bisa dimakan dengan tulangnya.

Sementara ikan beong diolah menjadi mangut yang sangat nikmat. Kedua menu utama itu didampingi dengan gulai lompong yang sangat nikmat.
Menurut Juri yang bernama asli Ngadinah, ia punya cara khusus untuk membuat ikan wadernya menjadi sangat lunak. Namun, ia menegaskan tidak menggunakan presto tapi dengan cara tradisional. “Jadi saya pake kayu bakar, masaknya bisa sampe semalaman biar bisa empuk luar dalam,” katanya.
Juri mengaku mulai berjualan pada tahun 2008 lalu. Namun, usahanya itu mulai dikenal pada tahun 2012 lalu.
Juri mengaku tidak pernah melakukan promosi secara langsung. “Ya lewat mulut ke mulut, setiap orang yang datang ke sini cerita dengan kerabatnya,” jelasnya.
Ketika datang ke warung tersebut, anda akan langsung diarahkan ke dapur. Mengambil menu yang diinginkan sesuai selera sembari melihat langsung proses memasak menu-menu tersebut. Ditambah lagi dengan keramahan luar biasa dari pemilik warung dan orang yang bekerja di sana.
Juri mematok harga yang cukup mahal untuk menu Mangut Ikan Beong yakni sebesar Rp 70.000 per porsi. Namun, dengan potongan yang sangat besar, bisa dimikmati dua orang. Pun demikian dengan wader duri lunak yang dipatok dengan harga Rp 40.000 per porsi, yang juga dengan porsi yang besar. Kedua menu itu sudah termasuk dengan nasi.
Juri punya alasan tersendiri mematok harga yang cukup mahal itu. Salah satunya adalah sulitnya mendapatkan dua bahan baku utama menunya tersebut. Terutama ikan beong yang memang tidak bisa dibudidayakan.
Salah satu hal yang menarik lagi dari warung Mbah Juri adalah lokasinya yang dekat dengan lokasi wisata rohani Gua Maria Sendangsono. Jadi banyak umat Katholik yang sedang berziarah ke lokasi itu mampir ke warungnya untuk mengisi perut. Menariknya lagi, Juri sendiri beragama Islam. Jadi tercipta rasa toleransi yang kuat di warungnya. (kur/bah)

Jogja Raya