RADAR JOGJA – Satgas Covid-19 Kota Jogja  melaporkan adanya penambahan 15 kasus positif di Kampung Jogokariyan Mantrijeron. Sehingga total kasus di wilayah tersebut saat ini menjadi 50 kasus. Dengan catatan satu warga telah meninggal dunia saat dalam perawatan di rumah sakit.

Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota  Jogja  Heroe Poerwadi menuturkan,  penambahan kasus pasca tracing. Awalnya ada 35 kasus terlacak di wilayah Kampung Jogokariyan. Berlanjut tracing kontak erat dan ditemukan 15 kasus baru.

“Ada tambahan 15 kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Sehingga menjadi 50 kasus untuk saat ini. Tetapi itu tersebar di 16 RT di 4 RW. Sehingga menyebar tidak di satu titik,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Senin malam (22/3).

Heroe memastikan kawasan tersebut belum zona merah bahkan orange. Ini karena sebaran kasus tak berada di satu RT yang sama. Beberapa kasus berada dalam satu rumah.

Upaya pencegahan sebaran kasus Covid-19 telah dilakukan. Berupa pengetatan wilayah kampung Jogokariyan. Tepatnya dengan mengurangi interaksi dan kegiatan sosial di wilayah tersebut.

“RT dan RW telah melalukan pembatasan interaksi dan kegiatan sosial. Warga patuh dan melakukan isolasi mandiri. BPBD setiap hari terus melakukan semprotan disinfektan,” katanya.

Pihaknya juga berkolaborasi dengan pengurus Masjid Jogokariyan. Berupa pengiriman suplai logistik bagi warga terkonfirmasi positif Covid-19. Berupa pengiriman makanan melalui Dinas Sosial Kota Jogja.

Heroe menambahnya,  upaya lainnya adalah pembatasan aktivitas di wilayah masjid. Diketahui bahwa kasus awal muncul dari sosok remaja masjid. Hingga akhirnya diputuskan adanya screening kepada 100 kontak erat. Hasilnya adalah 35 warga dan pengurus masjid terkonfirmasi positif Covid-19.

“Info yang kami dapat, saat ini kegiatan masjid yang sifatnya mendatangkan banyak jamaah juga sudah dikurangi. Langkah ini untuk memutus rantai sebaran virus Covid-19,” tambahnya.(dwi)

Jogja Raya