RADAR JOGJA – Terlalu antusias hingga jaringan internet yang terganggu, membuat hari pertama vaksinasi masal di Balai Kota Jogja Senin (22/3) menimbulkan kerumunan. ASN pun diminta tak keluar kota ataupun rapat pada jadwal vaksinasi.

Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti (HS) meminta peserta vaksin yang sudah terjadwal sesuai undangan diharapkan datang sesuai aturan waktu yang tertera. Karena ketersedian vaksin pada hari itu diprioritaskan untuk peserta undangan sesuai dengan hari tersebut. Maka, setiap Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus merilis jajarannya yang hendak vaksin hari itu. Sebab, peserta vaksin yang tidak datang atau kelewat jadwal tidak akan diprioritaskan disuntik pada hari tersebut. Tapi dijadwal ulang paska vaksinasi dosis pertama selesai. “Jangan sampai sudah ada jadwal vaksin malah ada rapat atau tugas keluar. Prioritaskan dulu vaksinnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja Emma Rahmi Aryani mengakui, vaksinasi hari pertama untuk pegawai negeri itu terjadi penumpukan massa. Namun, antrean tetap berjarak sesuai prokes. Penumpukan itu terjadi lantaran banyak diantara penerima vaksin yang tidak datang sesuai jadwalnya. “Ini kan dua ribu orang dalam delapam jam. Sebetulnya sudah ditata satu jam 250 selesai, seharusnya begitu. Tapi kan kadang ada yang datang tidak sesuai jam,” katanya.

Ditambah lagi, masalah data yang seringkali invalid, serta buruknya koneksi internet membuat kerumunan pun makin tak terhindarkan. Namun, menurutnya vaksinasi masal memang jadi pilihan terbaik untuk mempercepat proses. “Setelah disuntik, juga istirahat dulu 30 menit. Ini kalau tidak masal, bakal lama banget. Tapi, tetap kita upayakan semaksimal mungkin, jangan sampai terjadi penumpukan,” tegasnya.

Total aparatur yang menjadi sasaran vaksinasi kali ini mencapai sekitar 12.700 orang. Terdiri dari pegawai di lingkungan Pemkot Jogja serta instansi vertikal yang ada di Kota Jogja. (wia/pra)

Jogja Raya