RADAR JOGJA – Pelaksanaan hari pertama vaksinasi aparatur sipil negara (ASN) Kota Jogja sempat berjubel. Terutama saat antrian pagi hari. Kursi yang disediakan penuh hingga barisan paling belakang. Hanya saja untuk antrian dan proses penyuntikan vaksin terbilang rutin.

Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti mengakui adanya kepadatan usai meninjau pelaksanaan vaksinasi di Graha Pendawa Balaikota Pemkot Jogja. Dia meminta agar pelaksana vaksinasi mengevaluasi skema antrian. Tujuannya agar tak terjadi penumpukan di waktu dan tempat yang sama.

“Nah itu problemnya, disini kan ada Satpol PP. Kami menjaga supaya vaksinasi ini tidak menimbulkan kerumunan baru sehingga harus diatur flownya. Enggak boleh ada berdiri, boleh asal maju untuk dapat giliran,” jelasnya ditemui di Graha Pandawa Balai Kota Pemkot Jogja, Senin (22/3).

Haryadi juga meminta penyelenggara menyediakan alat pengeras suara. Tujuannya untuk mempermudah koordinasi antrian calon penerima vaksin. Lalu selama proses vaksin tidak boleh berjalan-jalan kecuali Satpol PP dan tenaga kesehatan.

Dia meminta adanya evaluasi dari pelaksanaan hari pertama. Untuk kemudian menjadi catatan hingga 27 Maret mendatang. “Jadi yang boleh berjalan-jalan hanya petugas dari Satpol PP atau Dinkes. Dinkes urusannya prosedur vaksinasi, Satpol PP mengurus flownya. Lalu bagian umum mengatur fasilitas penunjangnya,” katanya.

Vaksinasi kali ini juga diikuti tenaga pendidik dan unsur pendukung pendidikan dari jenjang PAUD hingga SMP. Data terakhir menyebutkan ada 11.232 yang terdaftar dalam vaksinasi.

Terdiri dari 5.257 ASN, tenaga outsourcing maupun tenaga teknis yang ada di Kota Jogja dan 5.975 orang dari unsur pendidikan.
Saat hari pelaksanaan, jumlah peserta vaksinasi bertambah.

Ada sekitar 500 orang dari unsur Kanwil Kemenag Kota Jogja. Mulai dari ASN hingga tenaga pekerja di lingkup organisasi perangkat daerah vertical tersebut.

“Jadi vaksinasi hari ini dalam rangka mempercepat vaksinasi bagi seluruh warga masyarakat. Termasuk ASN Kota Jogja, tinggal di Bantul bisa ikut selama kerjanya di wilayah Pemkot Jogja. Targetnya 2.000 orang sehari,” ujarnya.

Haryadi meminta calon penerima vaksin datang tepat waktu dan sesuai jadwal. Langkah ini untuk menghindari penumpukan antrian. Dia juga meminta setiap kepala OPD terus mengingatkan jajarannya. Selain itu juga mengijinkan untuk ikut vaksinasi.

“Saya minta kepala OPD mengijinkan teman-temannya yang mau vaksin. Wis ngerti dinane vaksin malah rapatm Prioritaskan dulu kegiatan vaksinnya,” pesannya. (dwi/sky)

Jogja Raya