RADAR JOGJA –  Pemerintah Kota Jogja terus melakukan vaksinasi secara bertahap kepada sejumlah elemen masyarakat. Tercatat saat ini sebanyak 45.939 warga Kota Jogja telah mendapatkan vaksin tahap pertama. Dari total tersebut sebanyak 18.985 orang telah mengikuti vaksinasi tahap kedua.

Jumlah ini masih akan bertambah dalam satu bulan terakhir. Proses vaksinasi COVID-19 yang dilangsungkan Pemkot Jogja Senin (22/3) mendatang,  antara tanggal 22 Maret-27 Maret di Graha Pandawa Balaikota Pemkot  Jogja.

Sasarannya adalah para aparatur sipil negara (ASN). Tercatat saat ini ada 11.232 orang yang akan mengikuti vaksinasi tahap kedua. Termasuk 5.257 ASN, tenaga outsourcing maupun tenaga teknis yang ada di Kota Jogja.

“Masih ditambah dengan adanya tenaga pendidik. Data terakhir jumlahnya sebanyak 5.975 orang. Menjalani vaksinasi besok 22 Maret sampai 27 Maret. Target kami, ASN dan guru bisa selesai 10 April,” jelas Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi ditemui di ruang kerjanya, Jumat (19/3).

Heroe menambahkan, target harian sebanyak 1.872 orang tervaksin. Guna mengoptimalkan vaksinasi, terbagi dalam 9 tim. Setiap tim terdiri dari 8 orang vaksinator dan tenaga medis.

Terkait ketersediaan vaksin, Heroe memastikan cukup. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Jogja, saat ini masih memiliki 24.710 dosis. Sementara data penerima vaksin sementara mencapai 22.464 dosis.

“Masih ada stok, malah sisa 2 ribu lebih. Untuk stok persiapan, nanti juga kami akan perlu penambahan lagi. Termasuk menyelesaikan vaksinasi kedua untuk lansia,” tambahnya.

Heroe tak menampik data penerima vaksin akan terus berubah. Ini karena upaya pendataan masih berlangsung. Seperti pendataan ASN yang tak hanya terfokus internal Pemkot Jogja. Adapula para ASN vertical yang berkantor di Kota Jogja.

Beberapa ASN vertical yang berkantor di Kota Jogja seperti Kantor Kementerian Agama, Pengadilan Negeri, Kejaksaan Negeri hingga Pengadilan Agama. Adapula ASN yang berasal dari sejumlah balai pelatihan kementrian. Pendataan akan terus dilakukan agar target vaksinasi rampung 10 April bisa terpenuhi.

“Masih mungkin ada tambah-tambahan yang belum selesai. Ada beberapa yang belum masuk dalam data terutama ASN yang ada di Kota maupun temen-temen vertical. Itu yang terkait dengan vaksinasi massal ASN,” ujarnya.

Dalam tahapan ini juga dilakukan vaksinasi kepada tenaga pengajar. Tercatat setidaknya ada 5.975 guru yang akan mendapatkan suntik vaksin. Pelaksanaannya tiga hari terakhir setelah vaksinasi kepada ASN.

“Nanti cuma kami pisahkan 3 hari pertama untuk ASN dan 3 hari berikutnya guru. kalau jumlah ASN keseluruhan 5.257 orang lalu guru sebanyak 5.975 orang,” katanya.

Sementara untuk lansia, data terakhir menyebutkan ada 7.775 telah menjalani vaksinasi tahap pertama. Sementara dari total tersebut baru 28 lansia yang menjalani vaksinasi tahap kedua. Pemkot Jogja sendiri menargetkan sekitar 46 ribu lansia di Kota Jogja akan menerima vaksin.

Heroe menuturkan data mengacu pada domisili sesuai KTP. Artinya 46 ribu lansia tersebut berasal dari Kota Jogja. Walau begitu pihaknya juga tetap menerima lansia dari daerah sekitar Kota Jogja.

“Data 45 ribuan lansia itu sebenarnya juga campur dari luar kota Jogja. Masalahnya kami juya belum bisa membuka akses datanya. Kalau yang siap, dari 45 ribu lansia sebanyak 29 ribu lansia sudah terjadwal di rumah sakit. Itu sampai tanggal 5 April,” ujarnya.

Khusus untuk lansia memerlukan pendekatan khusus. Mulai dari proses pendaftaran hingga mengikuti proses suntik vaksin tahap kedua. Langkah ini guna memastikan seluruh lansia bisa mendapatkan suntik vaksin Covid-19.

“Pendaftaran tetap lewat aplikasi tapi kami juga mendorong lewat wilayah. Melalui komda lansia maupun temen-temen di RT RW dan kampung yang mereka biasanya mengorganisasikan diri untuk kemudian mendaftarkan satu wilayah bareng-bareng secara kolektif,” katanya. (dwi/sky)

Jogja Raya