RADAR JOGJA – Ketua DPD PHRI DIJ Deddy Pranowo Eryono menuturkan, ada peningkatan okupansi selama libur akhir pekan lalu. Data terkumpul setidaknya okupansi mencapai 20 hingga 30 persen di Kamis dan Jumat. Angka ini meningkat menjadi rata-rata 35 persen memasuki akhir pekan.

Dari total hotel dan penginapan yang ada, okupansi tertinggi terjadi di wilayah Kota Jogja. Setidaknya angka hunian mencapai 45 hingga 60 persen. Kondisi ini tentunya menjadi angin segar bagi para pelaku bisnis hotel dan penginapan.

“Ini menunjukkan geliat pariwisata sudah bangkit. Kami berharap kondisi ini konsisten kedepannya. Apalagi kami telah menerapkan anjuran pemerintah secara ketat,” jelasnya, Rabu (17/3).

Deddy tak ingin pihaknya gegabah selama pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Setidaknya ada 3 acuan yang diterapkan ke seluruh anggota PHRI. Mulai dari verifikasi protokol kesehatan, sertifikasi CHSE dan vaksinasi.

Selain itu dia juga meminta dukungan semua pihak. Terutama dalam membangun citra wisata di Jogjakarta. Meski dalam kondisi pandemi namun tetap aman dikunjungi. Tentunya dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

“Tapi tetep melalui prokes ya. Jangan sampai ada yang menakut-nakuti datang ke Jogjakarta harus gini-gini. Kami minta dukungan dari pemerintah. Supaya, kami bisa hidup bisa bertahan,” katanya.

Deddy menambahkan,hingga saat ini pihaknya masih menerapkan surat antigen. Setiap calon tamu wajib membawa surat bebas Covid-19 atau surat keterangan uji GeNose C19.

Pertimbangan menggunakan surat GeNose C19 agar tak membebani calon pengunjung. Menurutnya penggunaan alat penguji Covid-19 tersebut telah valid. Bahkan terbukti telah digunakan di Stasiun Kereta Api dan sejumlah Bandara.

“Sekarang GeNose pun kami terima, biar lebih murah. Yang jelas untuk wisatawan itu lebih murah. Kemudian kalau yang sudah vaksinasi dengan menyertakan sertifikat, tidak perlu pakai itu (surat bebas Covid-19),” tambahnya.

Deddy menegaskan bahwa anggota DPD PHRI DIJ berkomitmen tinggi dalam penanggulangan Covid-19. Protokol kesehatan tak hanya berlaku ketat kepada para tamu pengunjung tapi juga internal. Komitmen ini terus digaungkan selama pandemi masih ada.

Pasca libur panjang, diakui olehnya terjadi penurunan. Hanya saja kondisinya menjadi lebih baik. Tercatat saat ini okupansi harian mencapai rata-rata 15 hingg 20 persen. Dominasi kunjungan berasal dari pulau Jawa.

“Paling penting adalah protokol kesehatan itu bisa berjalan dengan adaptasi ini ya. Kita kan ngga tahu ini Covid-19 ini akan berakhir tapi kitakan juga harus bertahan ekonomi kita sekarang yang paling penting prokes harus bisa berjalan,” katanya. (dwi/sky)

Jogja Raya