RADAR JOGJA- Pemerintah DIJ telah mewanti wanti sejak awal agar di masa libur Isra Miraj ini, wisatawan luar daerah yang datang ke Jogja membawa hasil test PCR atau antigen yang menunjukkan dirinya bebas dari Covid-19.

Sebab di masa PPKM Mikro ini, tren penularan kasus Covid dinilai sudah mulai makin menurun dan tak ada lagi RT di DIJ  yang berstatus zona merah (tinggi penularan).

Namun di lapangan petugas masih menemukan banyak wisatawan yang tak membawa hasil antigen/swab itu sehingga meminta mereka pulang ke daerah asal atau melakukan test dahulu di fasilitas kesehatan terdekat.

Petugas langsung bergerak menggencarkan patroli acak di sejumlah obyek wisata Kota Jogja pada momentum libur Isra Miraj.

Dari sejumlah obyek wisata yang disisir, Satpol PP Kota Jogja menemukan banyak rombongan wisatawan asal luar Jogja  yang tak bisa menunjukkan surat sehat berupa hasil swab PCR/Antigen seperti yang dipersyaratkan untuk pelaku perjalanan di masa pandemi Covid-19.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Jogja Agus Winarto merinci, dari operasi acak antigen pertama Kamis (11/3) yang menyasar obyek wisata di lingkungan Keraton, Taman Sari, diperiksa 5 rombongan wisatawan.

Mereka  berasal dari Kabupaten Cilacap, Kota Salatiga, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Magelang (Jawa Tengah) dan Kabupaten Pasuruan (Jawa Timur).

“Hanya 1 rombongan dari Pasuruan yang bisa menunjukkan surat tes rapid antigen sedangkan 4 rombongan (Jawa Tengah) tidak bisa maka kami minta pulang kembali ke daerah asal,” katanya.

Agus menambahkan,Penyisiran acak hasil test antigen di obyek wisata juga dilakukan Satpol PP Kota Jogja di Kebun Binatang Gembiraloka.

Petugas menemukan  6 rombongan wisatawan luar Jogja  yang datang,seperti dari Semarang, Boyolali, Magelang, Klaten (Jawa Tengah) dan Surabaya dan Sidoarjo (Jawa Timur) yang seluruhnya tidak biasa menunjukkan surat tes rapid antigen.

“Rombongan wisatawan di kebun binatang Gembira Loka itu juga kami minta kembali ke daerah asal,” tambahnya.

Gubernur  DIJ Hamengku Buwono X sejak menyatakan perpanjangan masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM mikro hingga 22 Maret 2021, tak melarang destinasi-destinasi wisata di Jogja untuk beroperasi.

Hanya saja, HB X meminta meski seluruh objek wisata diberikan izin beroperasi kembali, upaya menekan penularan Covid-19 tak boleh diabaikan sedikitpun.

“Jadi harus dijaga benar oleh pengelola wisata juga. Wisatawan yang datang bawa surat keterangan sehat, bisa jaga jarak, pakai masker, karena kalau sampai muncul kasus positif Covid-19 langsung saya tutup,” kata HB X. (sky)

Jogja Raya