RADAR JOGJA – Kepala Satpol PP DIJ Noviar Rahmad memastikan kerumunan wisatawan di kawasan Malioboro masih dalam batas wajar.

Perhitungan yang digunakan adalah jumlah wisatawan dengan kapasitas Malioboro. Berdasarkan pemantauan masih ideal untuk menampung wisatawan sesuai protokol kesehatan.

Noviar mengakui sempat terjadi kerumunan dalam beberapa hari belakangan. Terlebih kondisi ini mendekati masa libur panjang. Alhasil wisatawan asal luar Jogjakarta terus memadati kawasan Malioboro.

“Malioboro sempat terjadi kerumunan, tapi masih dalam batas toleransi. Wisatawan yang datang itu rata-rata sudah taat protokol kesehatan. Terutama untuk terus pakai masker dan menjaga jarak,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (12/3).

Disatu sisi, Noviar memahami kondisi kerumunan wisawatan. Bertepatan dengan libur akhir pekan maka banyak warga ingin mengusir penat. Disatu sisi ramainya kawasan Malioboro juga berdampak positif bagi roda perekonomian.

Langkah antisipasi tetap dilakukan di sepanjang Malioboro. Berupa penyiagaan personel dari kawasan depan Hotel Grand Inna Malioboro hingga Titik Nol Kilometer. Perannya adalah mengingatkan tentang prokes selama berkunjung ke Malioboro.

“Jadi tidak bisa langsung dibilang sebagai pelanggaran. Disatu sisi ketergantungan terhadap wisata cukup tinggi agar perekonomian berputar. Tapi tetap kami ingatkan pakai masker tak hanya Malioboro tapi di semua objek wisata,” katanya.

Sementara itu Sekprov Pemprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji meminta agar masyarakat memanfaatkan masa libur panjang secara bijak. Pertimbangannya adalah masih dalam masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Sehingga potensi bahaya terpapar Covid-19 masih cukup tinggi.

Aji meminta para wisatawan mematuhi regulasi yang ada. Khususnya bagi para wisatawan dari luar daerah. Untuk melengkapi diri dengan surat bebas Covid-19. Dapat berupa GeNose, rapid antigen maupun swab Polymerase Chain Reaction (PCR).

Sejatinya penggunaan surat antigen tak hanya berlaku selama libur akhir pekan. Aji menuturkan penggunaan surat antigen valid selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro. Langkah ini sebagai antisipasi sebaran Covid-19 di lingkungan.

“Apabila tidak bisa menujukan kelengkapan hasil tes antigen negatif maka balik kanan atau tidak boleh masuk Jogja. Termasuk saat masuk hotel dan destinasi wisata harus tunjukan (surat antigen) lagi,” ujarnya.

Khusus untuk aparatur sipil negara (ASN), pihaknya melarang untuk pergi keluar kota. Pernyataan ini berlandaskan regulasi yang berlaku di Jogjakarta. Adapula surat imbauan dari Menpan RB.

“Khusus untuk ASN kami imbau untuk tetap dirumah saja dan tidak boleh keluar daerah selama masa liburan di Jogjakarta,” katanya¬†¬† (dwi/sky)

Jogja Raya