RADAR JOGJA – Dinas Kesehatan DIJ gerak cepat melaksanakan program vaksinasi. Fokus kali ini terbagi dengan sasaran penerima yang berbeda. Mulai dari tenaga kesehatan tahap kedua dan susulan, pelayan publik hingga para lanjut usia.

Kepala Dinas Kesehatan DIJ Pembajoen Setyaningastutie mengakui tak mudah membagi konsentrasi. Hanya saja dia memastikan bahwa program vaksinasi tetap berjalan sesuai jadwal. Seperti pada tenaga kesehatan yang telah mencapai 100 persen untuk suntikan tahap pertama.

“Untuk tenaga kesehatan berdasarkan data awal 33.799. Tetapi, sampai hari ini cakupan untuk vaksin yang pertama sudah di atas 100 persen. Artinya bertambah dan totalnya saat ini 41.812 orang. Kalau untuk suntikan kedua sudah 34.767 orang,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (12/5).

Pembajoen menambahkan, untuk petugas pelayan publik, Dinkes DIJ menargetkan 334.754 sasaran penerima vaksin. Dari total tersebut sebanyak 49.789 orang telah menerima suntikan vaksin tahap pertama. Tahap kedua berjalan telah mencapai 2.553 orang.

Angka capain lansia penerima vaksin masih 2 persen. Dari total sasaran 295.349 lansia, baru sekitar 4.400 orang yang mendapatkan suntikan vaksin. Tahap kedua berjalan baru diikuti oleh 76 orang.

Khusus bagi lansia, diakui Pembajoen ada perlakuan khusus. Khususnya dalam pendaftaran awal. Para lansia bisa mendaftarkan diri melalui Puskemas sesuai alamat tinggal. Langkah ini sebagai solusi kendala pendaftaran secara daring.

“Kami minta bahwa kalau yang lansia ini lebih fleksibel. Tidak pakai e-ticket dan sebagainya. Sekarang data sudah masuk semua, jadi sekarang tidak ada lagi mendaftar. Insya Allah yang lansia semua sudah seperti itu. Ini supaya cepat, prioritas kami di lansia,” tambahnya.

Pembajoen memastikan minat terhadap vaksin Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) terus meningkat. Terbukti dengan jumlah data yang terus bertambah setiap waktunya. Walau begitu, pihaknya masih terus melakukan pendekatan dan edukasi kepada masyarakat tentang program vaksinasi.

Menurutnya peningkatan jumlah pendaftar adalah bukti masyarakat semakin peduli. Tak hanya bagi kesehatan personal tapi komunal. Khususnya dalam lingkungan keluarga, tetangga hingga lingkungan kerja.

“Berarti masyarakat semakin care dan kami betul-betul berharap tidak ada yang menolak untuk divaksin. Kalau untuk stok cukup. Kami masih punya sekitar 12.000 vial vaksin, itu sekitar 120.000 dosis. Kalau kurang ya kami minta lagi,” ujarnya. (dwi/sky)

Jogja Raya