RADAR JOGJA – Gugus Tugas Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) memalui Satpol PP DIJ telah memberikan sanksi kepada sekitar 4.500 pelaku usaha.

Sanksi ini diberikan atas pelanggaran selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro. Tercatat ribuan pelanggaran tersebut terjadi sejak Januari hingga sekarang.

Kepala Satpol PP DIJ Noviar Rahmad menegaskan pemberian sanksi telah final. Awalnya para pelanggar terlebih dahulu mendapatkan peringatan. Sayangnya kesalahan yang sama masih terulang.

“Sanksi yang sudah kami berikan sekitar 4.500 semenjak PPKM berlangsung atau medio Januari. Sanksinya ada yang sampai penutupan operasional selama 3X24 jam,” tegasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (12/3).

Dari total pelanggaran tersebut, mayoritas adalah usaha kuliner. Baik untuk unit usaha rumah makan maupun cafe. Dominasi pelanggaran sektor ekonomi ini mencapai 75 persen.

Pelanggaran yang kerap terjadi adalah terjadinya kerumunan. Lalu tidak ada pembatasan kuota bagi konsumen. Adapula unit usaha yang buka hingga melebihi batas waktu operasional.

“Kalau yang paling taat itu mall, bandara dan stasisun. Prokes sudah berjalan dengan baik di 3 tempat itu. Kalau yang kerap melanggar selain kuliner ada tempat olahraga, rumah dan jalanan,” katanya.

Upaya pemantauan masih terus berlangsung pasca pemberian sanksi. Terutama setelah melakoni tutup operasional selama 3X24 jam. Apabila terjadi pelanggaran yang sama, maka diberikan sanksi yang sama.

“Kalau yang ditutup itu diatas 106 unit usaha, dari rumah makan sampai cafe. Selama ditutup ini, pemilik wajib melengkapi fasilitas agar sesuai dengan prokes,” ujarnya.(dwi/sky)

Jogja Raya