RADAR JOGJA – Keamanan dan kenyamanan pedestrian Jalan Suroto, Kotabaru terganggu dengan adanya kabel terkelupas. Bahkan ada pengunjung yang kesetrum. Kejadian ini lantas diunggah di media sosial Twitter, Sabtu (6/3) lalu.

Akun Twitter @berbijawa mengunggah sebuah insiden yang menimpanya saat berkunjung ke pedestrian Jalan Suroto. Pada Jumat (5/3) malam, ia tengah asik menikmati suasana kawasan Kotabaru itu dengan berjalan-jalan di pedestrian. Mendadak, tersengat listrik yang tidak diketahui aliran listriknya. “Gaes aku semalem kesetrum di Taman yang di Jalan Suroto, depannya Silol itu. Serem gasih,” tulisnya dalam unggahan tersebut.

Anggota Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Jogja Baharudin Kamba yang mengecek Rabu (10/3) pun masih menemukan kabel-kabel terbuka di taman. Kamba menyebut, paling tidak kabel terkelupas tersebut ditemukan di empat titik. Dari depan rumah makan, depan Perpustakaan Kota Jogja, depan Dinas Pariwisata dan di depan rumah dinas wakil wali kota.

Menurut Kamba keberadaan kabel yang terkelupas di area public sangat membahayakan. Apalagi saat ini musim hujan. Dia pun berharap dinas terkait bisa segera memperbaiki. “Sangat berbahaya bagi warga yang melintas apalagi kabel dalam posisi terkelupas,” katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja,Hari Setyawacana mengkonfirmasi terkait dengan insiden itu karena dalam rangka pemeliharaan taman pedestrian Jalan Suroto Kotabaru. Di kawasan itu sedang ada pemeliharaan terkait taman pedestrian. “Ada yang mengerjakan penggantian taman, dan yang mengelilingi itu ada kabel yang terserabut atau terkelupas tapi tidak dikembalikan. Dan tidak menyampaikan kepada kita juga,” katanya.

Setelah kejadian tersebut, satu hari berselang langsung mengerahkan petugas ke lapangan untuk melakukan pengecekan kabel-kabel yang terkelupas dan terserabut itu. Kabel tersebut merupakan kabel lampu sorot pohon. Kabel yang terkelupas itu, sebenarnya tertanam di tanah tanaman-tanaman pedestrian. Namun karena baru adanya perbaikan. “Jadi, waktu itu kan tamannya disiangi, digemburkan. Nah yang melaksanakan di lapangan kurang hati-hati trus ada yang terkelupas, terserabut,” jelasnya.

Insiden tersebut menjadi catatan dan evaluasi bagi DPUPKP manakala melakukan upaya pembenahan di kemudian hari. Agar tidak terjadi insiden serupa. (wia/pra)

Jogja Raya