RADAR JOGJA – Gubernur DIJ Hamengku Buwono X memutuskan, memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro hingga 22 Maret.

Kebijakan ini diambil atas pertimbangan masih tingginya sebaran kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Harapannya perpanjangan PPKM Mikro dapat menekan angka sebaran kasus di seluruh wilayah Jogjakarta.

Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini memastikan kebijakan melalui pertimbangan matang. Tak hanya sekadar mengikuti kebijakan dari pemerintah pusat. Tapi melihat angka sebaran kasus dan ketersediaan fasilitas rawat bagi pasien Covid-19.

“Kira-kira bunyinya sama dengan PPKM sebelumnya). Ya dua minggu diperpanjang. Ya karena masih fluktuatif dalam arti fluktuatif belum stabil angka kasusnya, meski mungkin bed sudah sangat turun sudah di bawah 50 persen,” jelasnya di Kompleks Kantor Kepatihan Pemprov DIJ, Senin (8/3).

HB X mengaku tak ingin gegabah dalam menghadapi pandemi Covid-19. Selama vaksin belum menjangkau semua masyarakat, maka potensi penularan masih cukup tinggi. Terutama untuk terpapar dengan potensi resiko tinggi.

Pertimbangan lain adalah masih adanya zona merah di beberapa wilayah. Artinya tingkat penularan Covid-19 masih cukup tinggi. Terlebih di lingkup keluarga dan tetangga.

“Masih fluktuatif, daripada nanti terus naik lagi lebih baik diteruskan saja. Supaya ngontrolnya juga sama. Lalu lingkungannya masih merah, hal seperti ini harus dipertimbangkan. Jangan sudah hijau terus enak-enak, pada pergi ya merah lagi,” katanya.

Dalam kesempatan ini, HB X juga berpesan kepada pengelola wisata. Agar tetap menjaga dan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin. Baik kepada internal maupun pengunjung objek wisata.

Pernyataan ini juga menyikapi adanya libur panjang Isra Mi’raj. Hari raya ini datang Jumat mendatang (11/3). Rentang waktu ini berdekatan dengan akhir pekan.

“Tempat wisata buka silakan saja yang penting memenuhi persyaratan yang ditentukan saja. Tapi kalau ada yang positif ya saya tutup,” pesannya.

Sekprov Pemprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji mengingatkan agar aparatur sipil negara (ASN) tidak keluar kota selama masa libur panjang. Pesan ini akan dikuatkan dengan adanya Surat Edaran Gubernur. Tujuannya untuk mengantisipasi sebaran kasus Covid-19.

Tak hanya itu, Aji juga meminta para pengelola hotel dan tempat wisata patuh prokes Covid-19. Arahan ini tinggal melanjutkan kebijakan yang sudah berjalan. Salah satunya membawa surat rapid tes antigen.

“Seperti kemarin libur panjang, tetap prokes termasuk hotel dan tempat wisata. Mereka tidak ditutup tapi persyaratan protokol kesehatan pakai antigen dan seterusnya wajib tetap jalan,” katanya. (dwi/sky)

Jogja Raya