RADAR JOGJA – Vaksinasi Covid-19 secara massal bagi pelaku ekonomi dan wisata di kawasan Malioboro, selama sepekan 1-6 Maret telah usai.

Belum semua pedagang dan pelaku usaha kawasan Malioboro dan Pasar Beringharjo tervaksin Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Terbukti dari 19.200 orang hanya 16.364 orang atau 85,18 persen lolos vaksinasi. Sementara secara total ada 17.240 atau 89,79 persen undangan yang datang.

Total data ini merupakan akumulasi dari tiga lokasi vaksinasi. Meliputi Benteng Vredeburg, Pasar Beringharjo dan Tempat Parkir Abu Bakar Ali. Seluruhnya merupakan pelaksanaan vaksinasi dari 1 Maret hingga 6 Maret.

“Mereka yang belum datang awal-awalnya ada rasa takut, karena adanya info hoax tentang keamanan vaksin. Tapi kemudian sadar dan segera ikut antri. Tapi karena tidak pada jam layanan sesuai undangan, maka dialihkan dan dijadwalkan ulang,” jelas Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (7/3).

Walau begitu, Heroe memastikan antusiasme masyarakat tetap tinggi. Terbukti dari total target 19.200 orang, yang menghadiri undangan sebanyak 89,79 persen. Sementara dari total target hanya 85,18 persen yang bisa mengikuti vaksinasi.

Selain itu Heroe juga menemukan adanya warga yang inisiatif sendiri. Meski belum terdaftar tapi tetap datang ke titik lokasi vaksinasi. Sayangnya para warga tersebut tetap tidak bisa mendapatkan suntikan vaksin Sinovac.

“Banyak yang datang, meskipun belum mendaftar. Dikiranya bisa langsung ikut vaksinasi. Padahalbharus mendaftar dahulu di Pusdatin. Setelah itu bisa melihat tempat layanan dan jadwal layanan bisa dilihat di corona.jogjakota.go.id,” katanya.

Heroe mendorong agar warga ikut vaksinasi. Khususnya bagi yang sudah terdaftar namun belum berkesempatan mendapatkan vaksin. Baik karena kondisi kesehatan atau kendala lainnya.

Pemkot Jogja, lanjutnya, telah mendata warga yang mendapat jatah vaksinasi. Untuk kemudian bisa mendapatkan pelayanan di Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat. Warga yang terdaftar bisa mendapatkan vaksin mulai Senin (8/3).

Selain itu Heroe juga mengingatkan agar warga membawa syarat vaksinasi. Berupa surat undangan dari Dinas Kesehatan Kota Jogja, identitas KTP dan identitas pedagang. Selanjutnya mendatangi faskes yang tertera pada undangan.

“Kami sebar ke sejumlah faskes agar layanan bisa lancar, tidak terjadi antrian dan kerumunan. Yang belum dapat undangan diharap sabar menunggu, biar tidak ada antrian panjang dan terjadi kerumunan,” katanya.

Tak hanya pedagang dan pelaku usaha, Pemkot Jogja juga masih menyasar para lanjut usia. Program ini berlanjut Senin (8/3) di beberapa fasilitas pelayanan kesehatan. Hingga saat ini tercatat ada 12 ribu lansia yang mendaftar.

Para lansia akan dilayani di 10 rumah sakit dan 2 RSKIA. Setiap rumah sakit akan melayani 100 orang setiap harinya. Sementara khusus untuk RSKIA sebanyak 50 orang perharinya.

“Saat ini lansia yang sudah mendaftar sebanyak 12.000 dari 46.000 lansia yang ada di Kota Jogja. Diharapkan dalam waktu 10 hari yang sudah terdaftar akan bisa diselesaikan,” ujarnya.(dwi/sky)

Jogja Raya