RADAR JOGJA – Ada kuliner baru di Gunungkidul. Kolaborasi menu ekstrem lokal dengan menu masakan Italia. Nama olahannya pizza belalang. Bagaimana rasanya?

Varian baru pizza dengan topping belalang ini pencetusnya Sudarmadi Widodo. Dia membuka lapak di kawasan Bundaran Siyono, Kapanewon Playen. Ide membuat pizza unik berawal dari keinginan memanfaatkan bahan lokal untuk bisa dibuat makanan kelas internasional. “Karena selama ini sudah banyak daging sapi dan ayam sekarang coba pakai belalang,” kata Sudarmadi.

Menurut dia, selama pandemi Covid-19 masyarakat Gunungkidul mulai menyukai pizza. “Terlebih jika menunya memanfaatkan potensi lokal seperti daging sapi, daging ayam hingga belalang,” ujarnya.

Melimpahnya belalang menjadi tantangan memadukan makanan khas luar negeri dengan kliner khas Gunungkidul. Pihaknya bersyukur gerai pizza di Jakarta mulai banyak order pizza belalang karena penasaran.
“Mau tau bagaimana rasanya, silakan coba sendiri,” ucapnya sambil tersenyum.

Warga perantau yang kini menetap di kampung halaman tersebut mengakui, banyak orang menganggap pizza makanan mahal dan tidak bisa dikreasikan dengan makanan lokal. Padahal dengan sedikit modifikasi, makanan lokal bisa dipadukan dengan panganan dari luar negeri. “Jadi belalang tidak hanya belalang goreng, bisa juga pizza belalang. Supaya ada variasi  karena setiap orang memiliki cara berbeda dalam menikmati bahan makanan,” terangnya.

Disinggung mengenai rahasia dapur, dia  mengaku pembuatan sama seperti membuat pizza pada umumnya. Tahap pertama setelah menyiapkan adonan roti, memasukkan toping seperti paprika, olahan daging sapi, lalu belalang goreng dipotong kecil, dan terakhir keju. “Kemudian dimasukkan ke dalam oven selama kurang lebih 10 menit dan pizza belalang siap dihidangkan,” ucapnya sambil menyebut harga pizza belalang ukuran kecil mulai Rp 35 ribu. (gun/pra)

Jogja Raya