RADAR JOGJA – Banyak jenis soto yang ada di Jogja, tapi seperti apa sih soto khas Jogja? Bagi Tedi Wintoko, soto khas Jogja adalah yang kuahnya bening. “Dengan menggunakan bihun, ayam, kecambah dan tomat, standar soto,” ujar pemilik warung Soto Empal Kenanga tersebut kepada Radar Jogja.

Kuah bening tersebut, kata dia, karena bumbu yang dipakai tidak ada yang ditumbuk atau diblender. Tapi dipotong sehingga kuah tetap dijaga bening. Yang beda lagi, disajikan dengan lauk empal kerbau, selain daging sapi dan ayam.

Warung yang persisnya berlokasi di Jalan Kenanga II No.66, Juwangen, Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman itu menyediakan empal daging kerbau yang didatangkan dari India.“Empal kerbau India memiliki tekstur dan serat yang lebih besar dan lembut dibanding daging sapi serta hampir tidak ada lemaknya,” ujar Tedi.

Itulah resep yag diwariskan oleh neneknya tentang soto Jogjanan. Sang nenek pada 1936 membuka warung soto khas Jogja di Musi Rawas, Sumatera Selatan. Nenek Tedi yang asli Jogja saat itu mengikuti suaminya bekerja di perkebunan kopi milik Belanda di kawasan itu. Di Sumatra itu, nenek Tedy membuka warung yang dikenal dengan Soto Jogja dan Empal Bacem Jogjanan.“Soto nenek saat itu menggunakan empal kerbau atau empal kebo, mungkin karena terpengaruh kuliner di Sumatra saat itu yang banyak menggunakan daging kerbau,” ujarnya.

Saat itu, menurut cerita sang nenek, hampir tidak ada ternak sapi sehingga yang digunakan daging kerbau. Resp soto nenek itulah yang diturunkan pada ibu Tedi dan menjadi inspirasinya untuk menu andalan Soto Jogjanan di warungnya. “Dengan empal kerbau ini mungkin bisa dibilang, membawa pulang Soto Jogjanan nenek ke Jogja karena sejak pindah ke Sumatra 1936 itu, nenek tak pernah pulang,” ujarnya.

Istri Tedi, Endah Cahyaningrum menuturkan, soto di warungnya menyajikan nasi terpisah dalam wadah berbentuk tempelang atau segi empat dari daun pisang. Hampir mirip sajian nasi kucing di angkringan, namun tanpa lauk, dengan porsi nasi masing-masing sekepalan tangan orang dewasa.“Pelanggan tak perlu bingung lagi nasi sotonya mau dicampur atau dipisah,” ujarnya.
Yang membuat betah berlama-lama di warung Soto Empal Kenanga ini pun apalagi jika bukan suasananya yang langsung menghadap hamparan sawah nan sejuk dan udara segar pedesaan.Harga yang ditawarkan pun cukup enteng. Untuk satu porsi soto hanya Rp 10 ribu per mangkuk sudah lengkap dengan dengan suwiran ayamnya dan aneka sayuran segar. Sedangkan untuk empal kerbau, sapi, juga babat Rp 25 ribu per porsinya. (obi/pra)

Jogja Raya