RADAR JOGJA – Setelah melalui pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan lolos, Wali Kota Jogja Haryadi Suyiti (HS) akhirnya dapat suntikan vaksin Covid-19 dosis pertama, di Rumah Sakit Pratama, Jumat (5/3). HS mengatakan, sejak awal sudah meniatkan diri untuk bisa mengikuti program vaksinasi ini. Tapi saat vaksinasi tahap pertama, kondisinya tidak memungkinkan untuk disuntik.

“Saya merasa lega karena sudah menjalankan keinginan pribadi untuk bisa divaksin. Vaksinasi penting untuk melindungi diri sendiri dan melindungi orang lain,” kata HS usai disuntik vaksin Jumat (5/3).

HS menjelaskan, niatnya untuk disuntik belum bisa diindahkan oleh hasil dari pemeriksaan kesehatan sebelum mulai penyuntikan. Dia beberapa kali tidak lolos, karena lagi-lagi kondisinya tidak memungkinkan untuk disuntik. Sebelum sampai tahap meja penyuntikan, harus melalui dua meja pemeriksaan yaitu meja satu verifikasi data, meja dua pemeriksaan penyakit tidak menular seperti gula darah, kolestrol, hipertensi, meja tiga baru penyuntikan. Dan, meja 4 pencatatan antisipasi bila ada KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi).

Demikian pula saat pencanangan vaksinasi bagi lanjut usia (lansia) di Kota Jogja Jumat (26/3) lalu, ia juga tidak lolos pemeriksaan kesehatan. “Bukan saya tidak sehat, tapi kriterianya tidak memenuhi vaksin Covid-19 masuk ke tubuh saya. Baru memungkinkan hari ini untuk divaksin,” ujar Haryadi yang didampingi sang istri Tri Kirana Muslidatun saat vaksinasi.

Orang nomor satu di Kota Jogja itu kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan walaupun sudah divaksin Covid-19. Terutama protokol 5 M yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. “Jangan sampai setelah divaksin tidak melaksanakan prokes. Tidak berarti divaksin, lalu lepas masker. Tetap jalankan prokes,” jabarnya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menyukseskan program vaksinasi. Menurutnya, minat masyarakat untuk divaksin di Kota Jogja terbilang cukup tinggi. Tetapi ini juga tergantung dari ketersediaan vaksin dari pemerintah pusat, sehingga pelaksanaan dilakukan secara bertahap.

“Kami sudah melakukan pencanangan vaksinasi bagi lansia dan kini terus berjalan. Vaksinasi masal untuk pelaku usaha, pedagang, PKL, pekerja publik dari kawasan Tugu, Malioboro, Beringharjo hingga Alun-Alun Utara, juga dilakukan,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Daerah (Komda) Lansia Kota Jogja Tri Kirana Muslidatun mengatakan, sejak pencanangan vaksinasi lansia pihaknya menargetkan sekitar 46 ribu lansia di Kota Jogja bisa selesai divaksin dalam dua bulan. Komda Lansia juga membantu pendataan lansia untuk vaksinasi Covid-19, bekerja sama dengan dinas terkait dan kemantren. (wia/laz)

Jogja Raya